Pages

Friday, April 13, 2012

Suatu Saat Tentang Hari Ini


Tempat ini tiba-tiba berubah, menjadi aneh dan seolah tak terkendali. Wajah-wajah yang beberapa menit lalu penuh dengan canda dalam setiap kata yang terucap musnah. Ya, entah kemana perginya keceriaan itu. Dengan mudah tergantikan oleh raut wajah penyesalan seraya memohon.
Mereka sudah mulai mengubah raut wajah, memaksanya bermetamorfosis dalam waktu secepat kilatan cahaya. Membuatnya mudah terpengaruh oleh apa yang lain lakukan. Tapi,  aku masih berdiri dalam ketidakberdayaan. Tidak berdaya akan kata maaf yang mungkin akan menimbulkan rasa aneh ketika menyentuh telinga. Tidak berdaya untuk tidak tenggelam dalam suasana. Tidak berdaya membendung air mata yang tiba-tiba saja mendesak untuk menetes. Aku merasa tidak berdaya untuk bertemu dengan beberapa orang, aku takut akan rubuh di hadapan mereka.
Secercah cahaya bersinar, mencoba bertarung dengan matahari yang mencoba berusaha malampaui gedung. Senyum itu, ya senyum yang menyimpul manis di bibir tipismu itu. Senyuman yang pernah ku cari, itukah dia? Kamu membawanya kembali hari ini untukku? Sungguh, aku sangat merindukannya, aku ingin memeluk dan takkan melepasnya lagi. Aku ingin memilikinya dalam setiap langkahku, meski aku belum menginginkan kamu bersanding denganku.
Mungkin aku dan kamu sama-sama pernah saling jahat. Ingatkah kamu, atau kamu justru sudah lupa beberapa waktu lalu ada yang hilang setiap kita bertemu? Ya, waktu itu aku selalu menghilangkan senyum di depanmu, bertingkah sok angkuh, bahkan aku tak mengizinkan mataku bertemu pandang denganmu. Begitu juga denganmu, kamu juga melakukannya. Aku takkan menyalahkanmu, aku hanya ingin berterima kasih karena kamu membawa senyum itu kembali pagi ini. Bahkan, kamu berhasil membuatku sedikit terbahak.
Uluran tanganmu, berhasil membuatku lega. Aku sempat khawatir kalau hatiku mulai berbelok arah menujumu. Jujur, aku belum menginginkannya terjadi. Tidak untuk sekarang. Tapi, tadi adalah bukti nyata yang ku dapatkan. Semuanya wajar.
Aku tahu, suatu saat nanti entah kapan itu, meski samar, kamu akan mengingat hari ini. Begitu juga aku. Mungkin kamu akan mengingatku sebagai seorang teman yang pernah bertemu denganmu gara-gara benda berbentuk kubus. Mungkin kamu akan mengingatku sebagai orang yang pernah (seperti) memusuhimu meski tanpa sebab. Atau mungkin kamu hanya mengingatku sebagai teman yang berdiri di samping seorang gadis yang juga pernah berlaku tanpa sebab padamu. Terserahlah, apapun yang kamu ingin ingat dariku.
Tapi, jika aku boleh memilih, aku ingin kamu mengingatku sebagai gadis yang terlalu berani. Sok kenal dan sok akrab karena benda kubus di hari pertama kita bertemu. Seseorang yang berani mengajakmu ngobrol tentang benda unik itu meski kita sama sekali belum berkenalan, bahkan jabat tangan pun terlewatkan.
Sementara aku, aku akan mengingatmu sebagai seseorang yang cukup membuatku bertanya. Bertanya tentang apapun yang tak sempat lagi kutanyakan setelah hari pertama kita bertemu. Satu yang pasti, aku mengingatmu karena disanalah gadis yang kusegani berada. Dia memang tidak bersamamu sekarang, tapi melihatmu adalah kebahagiaanya. Kamu dan dia adalah satu paket yang dikirimkan Tuhan agar aku mengingat, salah satunya hari ini. Dan bahwa aku mengenal gadis itu karenamu.
Ingatlah, hari ini takkan pernah terlupakan. Ia hanya tersembunyi di antara urusan-urusan lain yang memenuhi otak kita di kehidupan selanjutnya. Ia hanya akan terhimpit oleh kenangan baru yang mendesaknya untuk semakin jauh dari permukaan. Tapi, ia akan dengan mudahnya kembali ke permukaan ketika sesuatu merangsangnya.
Ketika kamu tidak sibuk, resapi apa yang disuguhkan alam, nikmati aromanya dan kamu akan menemukan hari ini. Kamu juga bisa membuka playlist di ponselmu, menemukan sebuah lagu tentang hari ini dan mulai menikmati lantunannya yang senada dengan kenangan ini. Suatu saat, kenangan ini juga akan menyapamu tanpa kamu panggil pun. Dia akan selalu ada, dalam celah pikiranmu juga dalam hatimu. 

with smile, 
Janahs

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...