Pages

Friday, May 4, 2012

Menemuinya, Itu Mimpiku


Aku ini, memang bukan teman baikmu disini, di dunia dan lingkunganmu yang baru. Aku ini juga bukan penggemarmu yang setiap saat rela meluangkan waktu untuk memantau keadaanmu lewat jejaring sosial. Bahkan, aku juga bukan kekasihmu yang setiap saat membisikkan kata cinta meski kamu selalu dan terlalu dingin. Sudah, aku sedang tak ingin membahas tentang gadis yang kamu buat malang itu.
Lebih tepatnya aku tidak tahu kenapa aku menulis surat ini untukmu. Mungkin ini surat pertama, kedua, atau berapapun itu aku tidak tahu. Aku hanya sedang ingin menulis sesuatu untukmu. Tapi yang kutahu aku menulis ini untuk sebuah alasan. Untuk seorang gadis cilik yang sangat dekat dengan kehidupanmu dan selalu ingin kupeluk dari sini.
Kamu tahu, aku merindukannya meski aku belum pernah bertemu dengannya. Aku menyayanginya meski aku bukan kakaknya. Dan aku ingin memeluknya meski kamu tahu kan, ada jarak panjang yang memisahkan. Sulit untukku membayangkan dia ada di hadapanku.
Kapan kamu pulang menemuinya? Ajaklah aku kapanpun itu. Aku janji, aku akan mengikuti apa katamu. Yang penting aku bisa menemuinya. Melihat senyumnya yang dari hati. Biarkan aku melihat keceriaan yang selalu ia inginkan selama ini saat jauh darimu. Izinkan aku memeluknya saat ia kesepian ketika ia merindukanmu dan kamu tak bisa hadir. Aku yang akan hadir. Bukan menggantikan, tapi hanya menenangkan dan membuatnya kembali tersenyum.
Mungkin ketika membaca surat ini, kamu berpikir aku sedang mendekatimu dengan melumpuhkan adikmu dulu. Iya? Kalau itu pertanyaanmu, aku menjawab tidak. Aku hanya menginginkannya, bukan kamu. Jujur saja, melihatnya memilikimu itu membuatku merasa nyaman. Setidaknya ia masih memiliki orang sepertimu yang sekalipun sangat jauh tapi kalian masih mungkin saling berkunjung dan kembali berpelukan.
Agar kamu percaya, biarkan aku bercerita sedikit tentang masa laluku. Aku dulu seperti dia, gadis cilikmu itu. memiliki orang sepertimu. Orang yang tangguh dan bisa diandalkan. Dia dulu juga melindungiku, sama seperti yang selalu kamu lakukan ke gadis cilikmu itu.
Tapi sayang, dia pergi untuk mengejar cita-citanya. Dia memilih tinggal dekat dengan tempatnya mencari ilmu. Sama kan sepertimu, yang rela meninggalkannya karena ingin memperjuangkan mimpi. Aku tahu, kamu akan kembali padanya sejauh apapun kamu melangkah. Karena itulah manusia, suatu saat akan kembali ke tempat semula entah alasan apa yang membawanya.
Aku sering merasa aku dan gadis cilikmu itu sama sekarang. Sama-sama sedang menunggu orang yang sangat disayang. Orang yang akan melakukan apapun asal senang. Orang yang akan menjaga meski kadang harus terluka. Untuk itulah, aku ingin mendengar cerita darinya. Aku ingin bersama dengannya, menunggu. Hanya itu.

Note: untuk seseorang di seberang sana. Aku harap kamu membaca ini dan suatu saat kamu membawa gadis itu padaku. Agar aku tak lagi merindukannya dan bisa melangkah bersamanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...