Aku
mulai terbiasa merindukanmu. Dalam dinginnya malam yang tak kunjung membuatku
terlelap, pada sejuknya pagi saat embun mulai terbentuk. Saat rasa kantuk
menyerang tengah malam namun aku tak kunjung mengajaknya berbaring hanya untuk
menghindari omelanmu besok pagi.
Aku
tiba-tiba merindukan hal-hal yang dulu menurutku menyiksa. Terjaga hingga larut
malam hanya untuk selembar surat cinta dan buku diary. Mandi di pagi buta hingga
rasanya otak dan darahku membeku karena hawa dingin. Memacu langkah saat
kebanyakan orang menikmati tidur keduanya setelah sahur. Berdiri di bawah terik
matahari sambil melawan rasa kantuk yang terlalu hebat dengan mengenakan jas
almamater yang kebesaran untuk ukuran badanku.
Dan
saat itu tiba, aku sibuk menyimpan hal-hal indah darimu. Tepat di hari terakhir
pertemuan ‘formal’ kita. Aku sibuk mencatat gerakmu dalam pikiranku, mempotret
semua senyum yang kebetulan melengkung begitu saja dalam benakku. Hanya agar
nanti aku tak lupa.
@SNurjanahh