Pages

Wednesday, February 23, 2011

Nino Hates Club (3)


Nino Hates Club
Suara tepuk tangan membahana ketika Putri sendirian di kelas. Rasti, bersama anggota Nino hates club-nya melangkah mendekati Putri dengan tatapan marah. Putri yang sebenarnya memiliki firasat buruk berusaha mengalihkan perhatiannya dengan mati-matian menatap novel yang masih fresh. Dari tatapan mereka kepada Putri, terlihat jelas mereka tak mempunyai niat baik.
“Heh pengkhianat!! Hal aneh apa yang udah kamu lakuin sampe Nino keliatan terpuruk kemarin?” tuduhan pertama dilakukan oleh Rasti. Gadis yang biasanya selalu haus akan kesengsaraan Nino kali ini justru tampak tak terima dengan apa yang dilakukan Putri.

Nino Hates Club (2)


Nino Hates Club
Pagi itu lumayan cerah untuk sekedar bersepeda. Cukuplah untuk menghilangkan penat selama seminggu. Dengan sepeda gunung yang konon sengaja dipinjam Putri dari sopirnya, ia tampak sangat menikmati kegiatan dadakan yang diadakan Nino. Puluhan lelucon dilontarkan Nino selama dalam perjalanan keluar dari kompleks perumahan. Semua memang sengaja dilakukan Nino untuk mendapatkan apa yang dirindukannya.

Nino Hates Club (1)


Nino Hates Club
Putri, seorang siswi baru di salah satu SMA terkenal di Yogya. Pindahan dari Singapura yang ngotot melanjutkan sekolah di kota pelajar itu dengan alasan tak jelas.
“Makasih ya, mas.” Kata Putri saat ia hendak keluar dari New Honda Jazz hitam yang ditungganginya.
“Sama-sama, non. Mau dijemput jam berapa?”
“Itu sih gampang, mas. Nanti Putri tinggal telpon mas Ardi.” Ardi, sopir yang masih muda, yang sedang menunggu cita-citanya sebagai reporter tercapai itu adalah andalan dari keluarga Bakhdim sekaligus bodyguard untuk Putri, anak semata wayang mereka. Mengangguk takzim mendengar jawaban Putri.
Putri mulai memasuki gerbang sekolah barunya, sejenak ia berhenti, terpesona akan keindahan sekolah barunya. Dengan bangunan Belanda yang masih sangat kental melekat di bangunan baru membuat Putri semakin jatuh cinta pada sekolah barunya. Sekolah yang sangat terawat, yang mampu mempertahankan bangunan lamanya di samping bangunan modern yang tak kalah megah nan mempesona. 07.15 bel berdentang menyambut kedatangan pertama Putri. Ia yang sempat terpesona dengan bangunan sekolah akhirnya harus rela berlarian menuju kelas barunya. Seolah tak ingin mendatangkan anggapan buruk, seorang siswi baru berani telat.
Brukk!! Putri yang terlalu bersemangat, tanpa sengaja menabrak seorang cowok yang sedang membaca beberapa lembar kertas sambil berjalan di koridor dengan arah berlawanan. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...