Pages

Wednesday, May 30, 2012

Ingatan Tentang Kalian

gambar dari sini

Dalam ranah yang dulu kalian sebut mimpi
Tentang banyak hal yang dulu kalian anggap tak mungkin
Aku sekarang memilikinya karena Tuhan memeluknya
Ku dekap ingatan tentang kalian agar bertambah bahagiaku
Ku ucap nama kalian satu per satu
Ku biarkan telunjuk menyusuri lekuk wajah kalian melalui sebuah album masa
Yang berani membekukan senyum kalian dalam bingkai wajah manis
Walaupun tak ada kata di bawah potret kalian
Tapi aku bisa mengingat kalian nyaris sempurna

Pada sepenggal waktu yang kita sebut hari

Masih Terlalu Jauh



Takkan ada yang mampu membantah keraguanku pada cinta yang terlalu muda ini. Mata yang baru menemukan dirimu di akhir pertemuan. Getar yang baru muncul ketika kita beranjak menemui perpisahan. Tangan yang baru saja menjabat, tapi itu yang terakhir. Hasrat untuk mencarimu tapi kita sudah berjalan masing-masing.
Menurutmu, pantaskah kalau aku menyalahkan waktu? Yang berjalan angkuh tanpa menunggu reaksi yang berarti dariku. Yang tidak mengizinkan aku mengenalmu lebih jauh lagi melalui serpihan hari kita.
Mungkin juga aku yang salah. Aku yang tak pernah datang padamu saat kamu baru disini. Aku yang percaya begitu saja bahwa kamu adalah orang yang dinginnya mengalahkan kutub. Aku yang begitu malu sehingga tak pernah meneriakkan namamu diantara ayunan pompom, meskipun aku ingin. Aku yang terlalu naif untuk sekedar mengakui bahwa aku penasaran.
Ingin menyerah saja. Tapi, kamu justru menarikku.
“Dia yang tadi duduk disini kan?” tanyamu pada seorang gadis populer di sampingmu. Dia mengangguk mantap padamu ketika kamu menunjuk tempat dudukku.
Percuma. Rencanaku berantakan ketika ekor mata ini tak sengaja melihatmu sedang menunjukku. Mencoba bernegosiasi dengan hati bahwa bukan aku yang kamu tunjuk.
Baru sedetik aku membayangkan bagaimana penasarannya kamu padaku. Tapi, belasan menit kemudian aku dihantui perbedaan yang berani membentang di antara kita. Apa ini berarti aku tak berjodoh denganmu? Atau justru ini yang akan menyatukan kita nanti?
Entahlah, semua masih terlalu rancu untuk sekedar dibicarakan. Terlalu kabur untuk kucari dimana benang merah di antara kita. Sekarang biar saja waktu yang bertindak. Biarkan dia memisahkan kita dan suatu hari nanti biarkan dia yang mempertemukan kita. Ketika kamu sudah tahu apa yang ingin kamu cari dariku. Saat aku sudah punya apa yang kamu mau.
Terlalu jauh untuk ku katakan, aku mencintaimu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...