Aku ini, memang bukan teman baikmu
disini, di dunia dan lingkunganmu yang baru. Aku ini juga bukan penggemarmu
yang setiap saat rela meluangkan waktu untuk memantau keadaanmu lewat jejaring
sosial. Bahkan, aku juga bukan kekasihmu yang setiap saat membisikkan kata
cinta meski kamu selalu dan terlalu dingin. Sudah, aku sedang tak ingin
membahas tentang gadis yang kamu buat malang itu.
Lebih tepatnya aku tidak tahu kenapa
aku menulis surat ini untukmu. Mungkin ini surat pertama, kedua, atau berapapun
itu aku tidak tahu. Aku hanya sedang ingin menulis sesuatu untukmu. Tapi yang
kutahu aku menulis ini untuk sebuah alasan. Untuk seorang gadis cilik yang
sangat dekat dengan kehidupanmu dan selalu ingin kupeluk dari sini.
Kamu tahu, aku merindukannya meski aku
belum pernah bertemu dengannya. Aku menyayanginya meski aku bukan kakaknya.