Aku ini, memang bukan teman baikmu
disini, di dunia dan lingkunganmu yang baru. Aku ini juga bukan penggemarmu
yang setiap saat rela meluangkan waktu untuk memantau keadaanmu lewat jejaring
sosial. Bahkan, aku juga bukan kekasihmu yang setiap saat membisikkan kata
cinta meski kamu selalu dan terlalu dingin. Sudah, aku sedang tak ingin
membahas tentang gadis yang kamu buat malang itu.
Lebih tepatnya aku tidak tahu kenapa
aku menulis surat ini untukmu. Mungkin ini surat pertama, kedua, atau berapapun
itu aku tidak tahu. Aku hanya sedang ingin menulis sesuatu untukmu. Tapi yang
kutahu aku menulis ini untuk sebuah alasan. Untuk seorang gadis cilik yang
sangat dekat dengan kehidupanmu dan selalu ingin kupeluk dari sini.
Kamu tahu, aku merindukannya meski aku
belum pernah bertemu dengannya. Aku menyayanginya meski aku bukan kakaknya. Dan
aku ingin memeluknya meski kamu tahu kan, ada jarak panjang yang memisahkan. Sulit
untukku membayangkan dia ada di hadapanku.
Kapan kamu pulang menemuinya? Ajaklah
aku kapanpun itu. Aku janji, aku akan mengikuti apa katamu. Yang penting aku
bisa menemuinya. Melihat senyumnya yang dari hati. Biarkan aku melihat
keceriaan yang selalu ia inginkan selama ini saat jauh darimu. Izinkan aku
memeluknya saat ia kesepian ketika ia merindukanmu dan kamu tak bisa hadir. Aku
yang akan hadir. Bukan menggantikan, tapi hanya menenangkan dan membuatnya
kembali tersenyum.
Mungkin ketika membaca surat ini, kamu
berpikir aku sedang mendekatimu dengan melumpuhkan adikmu dulu. Iya? Kalau itu
pertanyaanmu, aku menjawab tidak. Aku hanya menginginkannya, bukan kamu. Jujur
saja, melihatnya memilikimu itu membuatku merasa nyaman. Setidaknya ia masih
memiliki orang sepertimu yang sekalipun sangat jauh tapi kalian masih mungkin
saling berkunjung dan kembali berpelukan.
Agar kamu percaya, biarkan aku
bercerita sedikit tentang masa laluku. Aku dulu seperti dia, gadis cilikmu itu.
memiliki orang sepertimu. Orang yang tangguh dan bisa diandalkan. Dia dulu juga
melindungiku, sama seperti yang selalu kamu lakukan ke gadis cilikmu itu.
Tapi sayang, dia pergi untuk mengejar
cita-citanya. Dia memilih tinggal dekat dengan tempatnya mencari ilmu. Sama kan
sepertimu, yang rela meninggalkannya karena ingin memperjuangkan mimpi. Aku
tahu, kamu akan kembali padanya sejauh apapun kamu melangkah. Karena itulah
manusia, suatu saat akan kembali ke tempat semula entah alasan apa yang
membawanya.
Aku sering merasa aku dan gadis
cilikmu itu sama sekarang. Sama-sama sedang menunggu orang yang sangat
disayang. Orang yang akan melakukan apapun asal senang. Orang yang akan menjaga
meski kadang harus terluka. Untuk itulah, aku ingin mendengar cerita darinya.
Aku ingin bersama dengannya, menunggu. Hanya itu.
Note: untuk seseorang di
seberang sana. Aku harap kamu membaca ini dan suatu saat kamu membawa gadis itu
padaku. Agar aku tak lagi merindukannya dan bisa melangkah bersamanya.
No comments:
Post a Comment