| ilustration by google |
Aku tahu itu siluetmu, Rez. Meski
matahari terlalu sombong sampai cahayanya hanya menunjukkan seberkas bayangan
hitam, tapi aku tahu itu kamu. Sesekali kamu tampak menunjukkan teknik dribble yang kamu kuasai. Ya, aku hafal
semua tentang dirimu meski aku terpejam pun aku akan tahu.
Kamu duduk di sampingku, ikut
memandang matahari yang hendak pulang ke peraduannya sambil sesekali memutar
bola dengan jari telunjukmu. Botol yang kuserahkan tadi telah kamu habiskan
isinya sekali tenggak. Tiba-tiba telunjukmu mengarah ke burung-burung yang
seolah melintas di tengah badan matahari. Katamu mereka sungguh pemberani.
Melawan sesuatu yang begitu mempesona dan besar agar sampai ke tujuan mereka.
Seandainya
kamu tahu, Rez, aku sama seperti mereka. Aku juga berani seperti mereka,
melawan semua kelebihanmu. Bahkan sekarang aku lebih berani dari mereka.