Pages

Friday, January 6, 2012

Kamu dan Dia



Kenapa tidak dari dulu aku sering kesini, gerutuku sambil menikmati semilir angin yang perlahan menggerakkan daun cemara. Menciptakan suara yang khas saat daun-daun di atas sana saling beradu karena angin. Pandanganku tak lepas dari bangku pojok di kelasmu dulu, singgasana kesayanganmu. Dari pangkuan kursi kayu ini memang langsung bisa melihat dengan  jelas isi kelasmu.
“Aku hanya akan duduk di dua bangku yang ku pilih di kelasku.” Itu kalimat pertamamu,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...