1 April 2012
Dear Mr. CB
Hai Mr. CB,
ini kejutan untukmu. Ya pasti kamu tahu kenapa. Orang yang tidak pernah
menyapamu lagi tiba-tiba menulis surat tepat di tanggal satu, untukmu.
Perjuangan besar untuk ini, tapi aku tak mempedulikannya demi kamu.
Hei, sebelumnya
aku ingin menyampaikan maaf padamu. Maaf karena selama ini aku terlalu merasa
susah untuk tersenyum padamu. Maaf untuk muka masam yang selama ini selalu
kusuguhkan padamu. Dan yang terakhir maaf karena selama ini aku menganggapmu
adalah orang lain. Orang lain yang telah meninggalkanku demi perjalanan menuju
masa depannya. Sama sepertimu sekarang.
Surat ini
sengaja aku tulis untukmu karena aku juga ingin mengukir janji padamu. Biar
kamu sendiri yang menjadi saksi bahwa aku ingin merubah apa yang ada selama
ini.
Dengar Mr.CB, ini
ikrarku. Saya, Siti Nurjanah a.k.a Cicit dengan ini menyatakan saya akan
bersikap biasa saja dengan anda. Tidak ada lagi muka masam di depan anda (bukan
berarti selalu senyum). Tidak lagi membuang muka ketika tiba-tiba bertemu
dengan anda. Tidak ada lagi perilaku yang selama ini sering anda temui. Saya
akan berusaha untuk biasa saja.
Jika kamu
melihat aku khilaf dan kembali melakukannya aku siap menerima teguran bahkan
perlakuan yang sama. Dengan ikrar tadi berarti aku akan serius dengan apa yang
telah aku ucapkan. Karena itu pula aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk
menepatinya.
Sekian surat
untukmu kali ini, lain waktu aku akan menulis beberapa surat lagi untukmu. Selamat
melanjutkan perjalanan menuju masa depanmu yang insya Allah cerah, secerah
wajahmu. :)
Salam sayang
dari kerajaan ungu
