Pages

Wednesday, July 18, 2012

Say "aargh" to PrincessWannaBe


Hai, kawan blogger, postingan kali ini spesial pake abon buat adek tercinte, Dhean. Hmm, suka duka jadi kakak terasa banget gara-gara dia. Dulu pas zamannya baru aja bisa naik sepeda tanpa roda bantu (kanan-kiri) ngrengek-ngrengek punya adik. Tanpa maksud untuk minta adik jenis apa yang sebenarnya aku inginkan. Yang jelas punya adik aja.
Di balik sebuah cerita yang belum kuungkapkan di hadapan orangtuaku, aku menerima kehadirannya. Hmmm, walaupun harus patah hati di usia sepuluh tahun sih. Tapi, okelah, ini juga anugrah. Menerima kurang dan lebihnya dia. Juga cantik dan nakalnya dia yang sama-sama nggak ketulungan.
Kali ini aku mau cerita tentang nggak enaknya dulu aja, kawan. Kebetulan juga karena sikapnya akhir-akhir ini yang maksa aku untuk selalu bilang ‘argh’.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...