Hai, kawan blogger, postingan
kali ini spesial pake abon buat adek tercinte, Dhean. Hmm, suka duka
jadi kakak terasa banget gara-gara dia. Dulu pas zamannya baru aja bisa naik
sepeda tanpa roda bantu (kanan-kiri) ngrengek-ngrengek punya adik. Tanpa maksud
untuk minta adik jenis apa yang sebenarnya aku inginkan. Yang jelas punya adik
aja.
Di balik sebuah cerita yang
belum kuungkapkan di hadapan orangtuaku, aku menerima kehadirannya. Hmmm,
walaupun harus patah hati di usia sepuluh tahun sih. Tapi, okelah, ini juga
anugrah. Menerima kurang dan lebihnya dia. Juga cantik dan nakalnya dia yang
sama-sama nggak ketulungan.
Kali ini aku mau cerita tentang
nggak enaknya dulu aja, kawan. Kebetulan juga karena sikapnya akhir-akhir ini
yang maksa aku untuk selalu bilang ‘argh’.
![]() |
| Dhean (21 April 2011) |
Sekilas tentang adikku, dia itu
cantik. Dan dia PrincessWannaBe banget. Mirip putr-putri raja dalam
penggambaran cerita dongeng, cantik dan bisanya teriak-teriak. Nah kebetulan
dia mirip dengan penggambaran yang nggak enak itu *CapekDeh*. Jadi, dia itu
super duper manja. Dikit-dikit “mbak”. Hhh sempet kepikiran makhluk Tuhan yang
kecil itu bisanya apa sih? Teriak-teriak doang kali ya.
Hal yang parah adalah dia itu
bener-bener nggak tau kerjaan dan tahunya cuma nonton Shaun The Sheep. Dan hal
yang paling aku nggak suka dari dia adalah seolah-olah dia bisa menggunakan
siapapun di dunia ini untuk disuruh-suruh. Dia ratunya minta, tapi jangan harap
orang lain bisa minta dia melakukan sesuatu atau memberi sesuatu. Apapun yang
jadi perintahnya harus segera dilaksanakan. Kalau nggak maka akan ada sesuatu
terjadi pada dirimu. Misalnya muka lecet.
Oke, kawan, cukup segitu dulu
cerita tentang Dhean. Lain kali kalau ada yang lebih menyebalkan atau lebih
menyenangkan aku bagi lagi deh. Satu hal yang nggak bisa aku lakukan sejengkel
apapun rasanya adalah membenci makhluk kecil ciptaan Tuhan itu. Iyalah, karena
dia adik satu-satunya.

No comments:
Post a Comment