Pages

Monday, July 9, 2012

Untuk Malaikat juga Bidadari


Aku masih ingat bagaimana aku dengan tidak sadar telah membuat kalian memunculkan wajah kecewa, bahkan mungkin aku tak akan pernah melupakannya. Bahkan detik itu aku sama sekali tak mampu melihatnya. Harapan kalian yang membuncah begitu besarnya pada hasil yang seharusnya kucapai melalui suatu jalan yang keren itu ternyata justru membuat kalian terhempas begitu saja.
Maaf karena aku tak bisa mewujudkan mimpi kecil kalian. Maaf untuk rasa kecewa yang harus kalian tanggung beberapa saat. Maaf atas segala kekhilafanku yang mungkin ikut menjadi akar kenapa aku tak bisa mewujudkan mimpi kita.
Mungkin sempat terbesit dalam benak kalian bahwa aku terlalu datar untuk menghadapi kenyataan pahit ini. Satu hal yang perlu kalian tahu, jauh dari itu sebenarnya aku adalah orang yang paling siap dan tidak siap. Kenapa aku terlalu sulit untuk menatap kalian adalah karena aku terlalu lama untuk meredam kekesalan sekaligus kecewa yang bahkan aku sendiri tak tahu harus melampiaskannya pada siapa.
Bidadariku, Bunda, aku bersyukur karena pada akhirnya kamu bisa menerima apa yang telah digariskan untukku. Bersyukur karena sekarang kamu pun mengerti, sama seperti aku, bahwa ini hanyalah sedikit jalan yang berbelok agar aku nantinya bisa lebih bersyukur.
Ayah, memang malaikatku, terimakasih karena selalu ada di sisiku. Untuk ukuran pertemuan yang singkat, disanding olehmu dalam keadaan yang sulit kemarin adalah anugrah. Bahkan mungkin ini satu alasan kenapa aku tak pernah merasa jauh darimu walaupun kadang ribuan kilometer memisahkan kita.
Kali ini aku tak hanya berjanji pada diriku sendiri, tapi juga kalian sebagai saksinya, bahwa aku akan berhasil kali ini. Tentu saja dengan kerendahan hati juga memohon pada Yang Maha Kuasa agar cita-cita luhurku tercapai.
*BIG HUG*

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...