Katanya
Benda itu lebih manis daripada buah
Lebih mengenyangkan dari sekedar makan
Lebih nikmat untuk dipadu dengan secangkir
kopi di pagi hari
Katanya
Sehari tanpa benda itu lebih
menyengsarakan daripada sehari tanpa makan
Sehari tanpa benda itu berarti menahan
kecut di lidah
Sehari tanpa benda itu berarti hampa
Dengan angkuh menghembuskan asap dari
benda itu
Tak peduli sedang dimana dia
Juga tak pernah melihat siapa yang
sedang bersamanya
Dia terlalu punya banyak jurus untuk
menyesatkan
Dihembuskannya bisik-bisik sesat
tentang kenikmatan batang-batang putih
Pada mereka yang terlalu lugu untuk
menolak pengalaman
Pada mereka yang terlalu buta untuk
melihat sisi buruk
Dia
Menghisap malalapetaka dalam hidup
yang hanya sebentar
Bergaul dengan nikotin yang sedikit
tapi bisa menjadi musuh
Membiarkan bibirnya gelap karenanya
Berdansa dengan asap yang kemudian
memeluknya
Mengaburkan bau maskulin yang disemburkan
dari botol minyak wangi tadi pagi
Membiarkan sepetak kamar bahkan seisi
rumah pengap karenanya
Tapi dia bangga
Dia juga bangga
Pada ratusan kotak yang memenuhi
jendela kamar
Pada puntung yang memenuhi asbak
Pada lubang kecil yang terukir pada
kain yang membalut tubuhnya
Dia terlalu sayang untuk meninggalkan
benda itu
Dia sudah terlanjur bersahabat dengan
benda itu
Dia bukan tak mengerti bagaimana
akibatnya
Dia hanya sengaja melupakan demi
sebuah kenikmatan
Baginya benda itu adalah raja yang
harus dituruti perintahnya
Sahabat yang sanggup meluluh lantahkan
stres yang menggunung
Pemandangan paling indah yang bisa
melucuti semua penat
Pendamping untuk cuaca apapun
Demi benda itu dia sering mengajak
orang lain menghisap asap malapetaka
Mengabaikan slogan berisi peringatan
tentang bahaya
Bahkan ia melanggar stiker yang ia
tempel untuk orang lain
Alasannya, itu haknya
Entah siapa yang sebenarnya salah
Dia yang terlalu enggan untuk pergi
bermesraan dengan benda itu
Atau orang lain yang seharusnya pergi
mengalah
Atau justru benda itu yang terlalu
menarik sehingga tak mungkin dilepaskan
Biar saja waktu yang coba jelaskan
bagaimana akibatnya
Biar saja waktu yang coba tunjukkan
bagaimana buruknya
Biarkan saja waktu yang mencambuknya
untuk berhenti
Hingga waktu itu datang dia tak pernah
sadar berapa banyak hal yang ia korbankan demi sebatang kretek
benda itu maksudnya rokok ya??
ReplyDeletewah puisi yang bagus untuk hari anti tembakau sedunia :)
yup benar sekali..emang agak ambigu pake kata 'itu' :)
Deletemakasih atas kunjungannya ya, komennya juga :)
puisinya bagus :)
ReplyDeletesukaaaa