Pages

Friday, April 13, 2012

Tentang Sepotong Rindu


Matahari begitu angkuh hari ini, cahayanya menusuk hingga ke dalam kulit. Panas, tapi mengingat senyumnya adalah hal yang menyejukkan. Bayang tentang gadis cilik yang jauh dariku itu mampu mengubah cahaya matahari seolah tak mampu menyentuh tubuhku.
Gadis cilik itu, entah bagaimana kabarnya kini. Aku memang terus mencarinya, menelusuri kehadirannya melalui dunia maya. Tapi yang kudapat selalu seperti ini, kecewa dan membuka kuncup-kuncup rindu yang baru. Mekar dengan begitu cepat, tampak semakin besar dan menyedihkan. Tak perlu waktu lama, kuncup-kuncup yang bermekaran tadi cepat merambat ke otak dan menghiasi pikiran.
Rindu ini, mungkin hanya aku yang merasa. Mungkin hanya aku yang terlalu bernafsu untuk menemukannya lagi. Mungkin juga hanya aku yang terlalu kurang kerjaan hingga memikirkan orang yang baru sekali kutemui. Tapi entah mengapa rindu ini seolah takkan ada habisnya. Seolah ia selalu memberikan harapan padaku ia akan kembali.
Kadang menyedihkan ketika mendapatinya tak muncul di dunia maya. Tapi setidaknya itu lebih baik daripada aku sama sekali tidak memiliki jejaknya yang bisa dibekukan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...