Matahari begitu
angkuh hari ini, cahayanya menusuk hingga ke dalam kulit. Panas, tapi mengingat
senyumnya adalah hal yang menyejukkan. Bayang tentang gadis cilik yang jauh
dariku itu mampu mengubah cahaya matahari seolah tak mampu menyentuh tubuhku.
Gadis cilik
itu, entah bagaimana kabarnya kini. Aku memang terus mencarinya, menelusuri
kehadirannya melalui dunia maya. Tapi yang kudapat selalu seperti ini, kecewa
dan membuka kuncup-kuncup rindu yang baru. Mekar dengan begitu cepat, tampak
semakin besar dan menyedihkan. Tak perlu waktu lama, kuncup-kuncup yang
bermekaran tadi cepat merambat ke otak dan menghiasi pikiran.
Rindu ini,
mungkin hanya aku yang merasa. Mungkin hanya aku yang terlalu bernafsu untuk
menemukannya lagi. Mungkin juga hanya aku yang terlalu kurang kerjaan hingga
memikirkan orang yang baru sekali kutemui. Tapi entah mengapa rindu ini seolah
takkan ada habisnya. Seolah ia selalu memberikan harapan padaku ia akan
kembali.
Kadang menyedihkan
ketika mendapatinya tak muncul di dunia maya. Tapi setidaknya itu lebih baik
daripada aku sama sekali tidak memiliki jejaknya yang bisa dibekukan.
No comments:
Post a Comment