Esempe –
sebagai pelajar SMA, sebentar lagi aku mau mengikuti yang namanya ujian akbar,
yaitu Ujian Nasional. Ujian yang akan digelar serentak di Indonesia ini akan
dimulai pada tanggal 16 April besok.
Terinspirasi
dari acara maaf-maafan yang dilakukan anak-anak seangkatan di sekolah tadi,
langsung flashback ke masa sebelum UN
esempe. Kalau nggak salah dulu maaf-maafannya H-4 ujian, ya biasa aja
muter-muter minta maaf sekalian minta do’a. Inget kan sama cerita tentang
M-u-s-e? Iya, tentang tiga sahabat-sahabatku itu.
Sekitar
sebulan (kalau nggak salah) menjelang UN, aku, Mey, dan Uzi jadi rajin ke rumah
Ebi. Entahlah ngapain aja yang penting asik. Padahal gara-gara galau mau ujian.
Semakin deket dengan hari ujian litu, kami berempat mulai menyusun cara untuk
minta maaf. Kebetulan waktu itu kami berempat udah bisa dibilang deket banget,
bahkan sampai bisa dibilang mirip masakan dengan segala bumbu-bumbunya. Satu
aja nggak hadir, rasanya jadi aneh. Karena itulah, kami bahkan sampai
menganggap bahwa orang tua dari salah satu juga orangtua dari yang lain. Misal,
orangtuanya Mey itu berarti orangtuanya aku, Uzi, dan Ebi juga.
Akhirnya semua
keputusan udah fix H-2 ujian. Berhubung mengunjungi rumah satu per satu agak
nggak mungkin dilakukan, mengingat masih ada urusan lain yang harus diurus,
dipilihlah metode SMS. Iya, maksudnya saling mengirim SMS ke orangtua yang
lain. Simpel aja sih nggak perlu pake bahasa Jawa yang full bahasa krama, yang
penting sopan dan pesannya tersampaikan.
Satu yang
paling aneh dari acara itu. Malam itu setelah mengumpulkan keberanian untuk
SMS, akhirnya yang pertama aku kirimi SMS adalah orangtuanya Ebi. Waktu itu
yang aku kirimi nomor hape bapaknya. Dan, sepuluh menit kemudian, balasanpun
datang. Isinya? Standar orangtua yang mendoakan anaknya aja. Seneng karena
entah disengaja atau nggak pernah punya salah dan akhirnya dapat doa. Paginya,
pas ketemu mereka beriga langsung hebring ngobrolin tentang SMS silaturahmi.
Ternyata oh ternyata balasan dari nomor bapaknya Ebi itu, yang nulis balesan
Ebi. Beneran deh waktu itu sempat malu juga. Rasanya pengen ngulang waktu dan
nggak usah kirim, tapi ya udahlah dapat doa juga kok.
Ini dulu deh
ceritanya, intinya dulu pas esempe nggak cuma minta maaf ke orang yang udah
deke, tapi juga yang belum kenal. Dan ternyata orang yang belum kita kenal tapi
kita minta maaf ke dia, itu bisa buat doanya lebih afdol. Secara kita belum
punya salah tapi udah minta maaf, jadi asumsinya mereka bisa lebih ikhlas. Walaupun
begitu bukan berarti yang udah kenal terus nggak ikhlas lho ya, mereka tetep
ikhlas kok asal kita minta maafnya juga serius nggak pake acara bercanda.
With Smile :)
Janahs
No comments:
Post a Comment