Hei, kamu,
tahukah kamu apa yang ku alami hari ini? Rasanya aneh! Hari ini aku sejenak
kembali ke lembaran lama. Ya, lembaran yang itu. Sebuah lembar yang
menceritakan tentang teman, persahabatan, study,
dan cinta di suatu tempat dalam duniaku, mungkin juga duniamu.
Rasanya seperti
berada dalam dunia yang penuh masa pengulangan. Seperti saat kita memutar
kembali film yang pernah kita tonton untuk kesekian kalinya. Sampai kita hafal
bagaimana adegan selanjutnya, kalimat berikutnya, dan empati yang terukir dalam
benak kita.
Aku menanggungnya
sendiri hari ini, tanpa kamu. Mereka memandangku seolah aku sedang berjalan
denganmu. Menggandeng tanganmu dan tersenyum dalam setiap langkah. Mereka masih sama, menanyakan kita, bukan
hanya aku atau kamu. Kita. Merasa tak sanggup? Kupastikan iya.
Sempat mencoba
biasa tanpa status itu. Bahkan menganggapmu tidak hadir dalam hidupku. Tapi mereka
menanyakan apa yang pernah terjadi, lagi. Saat namamu disebut dengan jelas dan
menanyakan padaku, itulah yang paling aneh. Tak sadarkah mereka kita tidak
tinggal di rumah yang sama? Entahlah.
Apa kesimpulanmu?
Itu berarti mereka memang memikirkan kita. Mereka menganggap kita bersama,
selama itu. Aku memang sering bertemu denganmu dalam lingkungan baru, tapi kita
tidak bersama. Bagiku tak masalah, karena aku juga tak menginginkannya. Seandainya
kita pernah bersama dan sekarang keadaannya lebih buruk dari sekarang, aku juga
tak mau. Itu harga yang terlalu mahal untuk bisa kubayar. Lebih baik begini. Meski
apa yang mereka katakan berbeda dengan kenyataan yang ada. Meski itu berarti
kita mengizinkan mereka untuk selalu memimpikan kita.
with smile,
Janahs
No comments:
Post a Comment