Pages

Saturday, April 14, 2012

Demam Ujian #PS


U-J-I-A-N belakangan ini menjadi kata yang sering diucapkan. Sesuatu yang menjadi akbar karena akan diikuti oleh beribu-ribu pelajar negeri ini. Ya, ujian musiman yang lebih dikenal dengan Ujian Nasional ini akan dilaksanakan serentak pada tanggal 16 April lusa untuk pelajar SMA, sedangkan untuk SMP dan SD akan dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ada.
Persiapan untuk mengikuti ujian ini umumnya sudah 99,99 % final, dalam artian semuanya sudah siap tinggal menunggu waktu untuk mengamalkan semua ilmu yang telah didapat dalam mengerjakan soal. Dibalik semangat belajar yang meningkat, ada saja kegiatan-kegiatan yang menurut saya tidak penting tapi dilakukan. Mungkin ini adalah pelampiasan dari rasa galau yang mereka hadapi jelang ujian.
Salah satunya adalah berkirim pesan, menyebarkan lebih tepatnya. Saya menyebutnya dengan pesan sesat. Kenapa begitu? Karena isi pesan yang umumnya di-forward ke orang lain ini, mengecewakan dan memaksa. Pesan ini biasanya mulai beredar sekitar H-7 ujian, saat pikiran siswa sudah tidak bisa lagi fokus pada pelajaran namun mereka masih harus mengejar beberapa materi untuk dikuasai.
Sejak pertama saya mendapat pesan ini di tahun 2009, jelang ujian nasional SMP, format pesannya belum berubah. Diawali dengan pembukaan yang manis, bisa berupa kalimat motivasi atau doa, baik yang ditulis dengan bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Tapi, hati-hatilah ketika sudah menurunkan layar pesan itu, ada kejutan disana.
Kasus yang paling banyak saya temukan, diakhiri dengan “Sebarkan ke .... orang, jangan berhenti di kamu”. Yang paling menyebalkan dan biasanya membuat si pembaca menjadi resah dan merasa hidupnya putus (untuk yang masih labil) adalah ancaman tidak lulus jika tidak menyebarkannya atau tidak boleh kembali ke pengirim. Menurut saya itu tidak masuk akal, karena yang biasanya dilakukan orang yang mau ujian adalah minta maaf dan berlaku baik ke oranglain, tapi ini justru sebaliknya.
Dalam masalah pesan ini, ada tiga macam orang yang menanggapinya. Pertama, orang yang membacanya dengan seksama, meresapi semua kata yang tertera lengkap, dari awal hingga akhir. Kemudian ketika sampai di bagian akhir pesan, ia akan resah karena ancaman. Tipe ini, mereka tidak lagi memikirkan berapa banyak pulsa yang terbuang karena menyebarkan pesan itu. Bahkan, (mungkin) jika pengirim pertama mengatakan kirim ke lima puluh orang, dia akan melakukannya.
Kedua, orang yang membacanya berdasarkan kalimat pertama. Tipe ini sudah sangat hafal dengan susunan pesannya. Ketika ia merasa ada yang tidak beres dengan pesan itu, maka ia akan mengabaikan pesan itu dan langsung menghapusnya sebelum selesai membaca. Setelah itu ia akan melupakan apa yang pernah ia baca. Tak peduli berapa banyak pesan serupa yang datang padanya, ia akan bertindak sama. Namun, bukan berarti tipe ini tidak pernah terjebak lagi, mereka masih mungkin terjebak dalam buaian kalimat yang menjebak.
Ketiga, orang yang sangat pemberani dan sangat cuek. Orang ini akan membacanya lengkap, tapi mengabaikannya. Tidak menyebarkan pesan dan jarang menghapus pesan yang ia terima. Ia sangat percaya dengan pertolongan Tuhan, ia percaya Tuhan akan lebih menyayangi orang-orang yang memanfaatkan hartanya (pulsa) dengan baik. Satu lagi, jika beruntung, si pengirim pesan justru akan mendapat ceramah pencerahan dari orang tipe ini. Biasanya tidak panjang, tapi tepat sasaran.
Itulah tipe orang yang pernah saya temui. Jujur, saya adalah tipe orang yang kedua dan ketiga, tergantung dari bagaimana isinya.
Berkaitan dengan pesan yang kita bahas tadi, saya memiliki beberapa nasihat dan tips. Untuk bisa terhindar dari pesan sesat itu, atau minimal agar pesan itu tidak menambah kegalauan jelang ujian, ada baiknya menjadi tipe kedua. Tidak perlu terlalu serius menanggapi pesan itu, percayalah bahwa kesuksesan adalah anugerah Tuhan bukan anugerah SMS.
Ketika pesan sesat itu menggunakan kalimat yang begitu menukik, sehingga membuat tidak nyaman, ketahuilah itu hanya pengecoh. Jangan biarkan diri kalian kalah dengan mental si pembuat pesan atau membiarkan diri kalian ikut-ikutan galau bersama mereka. Ujian hanya harus ditaklukkan dengan menggunakan ilmu yang kita pelajari selama ini. Toh kalau kita semangat menyebarkan pesan itu sampai lupa belajar dan tenggelam dalam galau juga tidak akan menyumbang nilai.
Untuk pesan yang menyangkut doa, ditulis dengan bahasa apapun, teruskanlah pesan itu. Bukan, bukan dengan ancaman di bagian akhirnya. Beranilah untuk membuat tindakan, edit pesan dan hapus semua ancaman yang ada disana. Kalian bisa membuatnya seolah kalian ingin mereka mengamini doa kalian, atau membuatnya menjadi doa bersama. Itu lebih baik, setidaknya kalian membantu teman untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Ada baiknya, memberanikan diri untuk mengatakan ke di pengirim bahwa kalian tidak menyukai pesan semacam itu.
Yang paling penting sebelum ujian adalah pikiran yang fresh. Lupakan semua hal yang datang mengusik ketenangan batin, termasuk pesan itu. Jika kalian memang benar-benar tidak mampu untuk membuka pesan itu, cara paling ampuh adalah matikan ponsel kalian. Cara ini juga bisa membantu kalian untuk lebih tenggelam dalam acara belajar. Tanpa terganggu jeritan ponsel yang kadang berisi pesan tak penting tadi.
Sekian cuap-cuap pagi dari saya kali ini.


With smile,
Janahs

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...