Suatu hari
nanti pasti akan datang. Saat semuanya berubah. Bisa saja semuanya berubah jauh
dari sekarang. Entah aku mengingkannya atau tidak, bahkan mungkin kamu masih
ingin mengingatnya tapi aku tidak. Walaupun tak pernah ada yang tahu kapan saat
itu datang.
Suatu hari
nanti bisa saja bayanganmu akan hilang dari ingatanku. Tergerus oleh waktu yang
tak pernah berhenti mengalir. Bayanganmu akan ikut menghuni folder ingatan lama
dalam otakku.
Bisa saja aku
takkan lagi menunggu kapan ada acara alumni yang sekarang kutunggu. Bisa saja
aku berhenti berharap bisa menemukanmu diantara orang-orang yang telah berubah
karena waktu dan seiring pengalaman yang menggunung.
Bisa saja aku
kehilangan minat untuk melihatmu di dunia lain. Aku akan berhenti meminta
bantuan pada satelit di atas sana untuk melihat bagaimana keadaanmu.
Bisa saja aku
takkan lagi peduli dengan apa yang terjadi padamu. Tak lagi khawatir tentang
keadaanmu yang tak tentu.
Bisa saja aku
akan berhenti menunggumu. Menyadarinya itu hanya membuang waktu.
Bisa saja aku
tak merasakan gempa tremor lagi dalam hatiku ketika bertemu denganmu.
Bisa saja hati
kecilku membisikkan untuk menjauhimu saat kita bertemu suatu hari nanti.
Berlagak tidak tahu sama sekali.
Bisa saja aku
tak lagi menyapamu melalui dunia maya bahkan dunia nyata.
Bisa saja aku
berhenti menatap wajahmu dalam sebuah bingkai foto di sekolah.
Bisa saja aku
lupa bagaimana kamu memanggilku dengan sepenggal nama depanku.
Bisa saja aku
lupa dengan suaramu yang pernah menyenandungkan sebuah lagu di sebelahku dua
tahun lalu.
Bisa saja aku
lupa menghitung sudah berapa hari aku mengagumi kemudian menyayangimu.
Bisa saja aku
lupa bagaimana parasmu itu, tatanan rambut dan cara jalanmu yang berbeda.
Bisa saja aku
lupa dengan semua kebiasaanmu yang tak pernah terduga.
Bisa saja aku
lupa kenangan apa yang pernah terjadi sebelum kamu meninggalkan sekolah demi
pijakan masa depanmu yang lain.
Bisa saja aku
lupa bagaimana caraku menyayangimu hingga aku bisa bertahan.
Bisa saja aku akan melupakan perasaan ini. Sesuatu yang
selalu bergejolak tanpa arah. Sesuatu yang hanya akulah yang mengerti.
Bisa saja aku
akan meninggalkan bayangmu demi sosok lain. Membiarkan hidupku menemukan jalan
bahagianya meski tanpamu.
Bisa saja aku
menggandeng seseorang suatu hari nanti saat bertemu lagi denganmu dan kamu
sedang sendiri.
Bisa saja aku
mengundangmu ke pesta pernikahanku dengan ‘seseorang’ku nanti.
Masih banyak
hal lain tak terduga yang bisa saja terjadi. Semuanya bisa saja terjadi suatu
saat nanti. Bagiku, tak ada yang mustahil, begitu juga lika-liku rasa ini.
Mungkin ia akan hilang bersama waktu. Aku memang tak lagi mengelak bahwa ini
hanya kekaguman sesaat yang akan habis dimakan hari, tapi apapun memang bisa
saja berubah. Aku memang menyayangimu sekarang, meskipun kamu jauh, tapi
ingatlah tak ada yang abadi kecuali cinta Tuhan kepada umatnya.
No comments:
Post a Comment