Pages

Sunday, April 22, 2012

Suatu Hari Nanti, Bisa Saja


Suatu hari nanti pasti akan datang. Saat semuanya berubah. Bisa saja semuanya berubah jauh dari sekarang. Entah aku mengingkannya atau tidak, bahkan mungkin kamu masih ingin mengingatnya tapi aku tidak. Walaupun tak pernah ada yang tahu kapan saat itu datang.
Suatu hari nanti bisa saja bayanganmu akan hilang dari ingatanku. Tergerus oleh waktu yang tak pernah berhenti mengalir. Bayanganmu akan ikut menghuni folder ingatan lama dalam otakku.
Bisa saja aku takkan lagi menunggu kapan ada acara alumni yang sekarang kutunggu. Bisa saja aku berhenti berharap bisa menemukanmu diantara orang-orang yang telah berubah karena waktu dan seiring pengalaman yang menggunung.
Bisa saja aku kehilangan minat untuk melihatmu di dunia lain. Aku akan berhenti meminta bantuan pada satelit di atas sana untuk melihat bagaimana keadaanmu.
Bisa saja aku takkan lagi peduli dengan apa yang terjadi padamu. Tak lagi khawatir tentang keadaanmu yang tak tentu.
Bisa saja aku akan berhenti menunggumu. Menyadarinya itu hanya membuang waktu.
Bisa saja aku tak merasakan gempa tremor lagi dalam hatiku ketika bertemu denganmu.
Bisa saja hati kecilku membisikkan untuk menjauhimu saat kita bertemu suatu hari nanti. Berlagak tidak tahu sama sekali.
Bisa saja aku tak lagi menyapamu melalui dunia maya bahkan dunia nyata.
Bisa saja aku berhenti menatap wajahmu dalam sebuah bingkai foto di sekolah.
Bisa saja aku lupa bagaimana kamu memanggilku dengan sepenggal nama depanku.
Bisa saja aku lupa dengan suaramu yang pernah menyenandungkan sebuah lagu di sebelahku dua tahun lalu.
Bisa saja aku lupa menghitung sudah berapa hari aku mengagumi kemudian menyayangimu.
Bisa saja aku lupa bagaimana parasmu itu, tatanan rambut dan cara jalanmu yang berbeda.
Bisa saja aku lupa dengan semua kebiasaanmu yang tak pernah terduga.
Bisa saja aku lupa kenangan apa yang pernah terjadi sebelum kamu meninggalkan sekolah demi pijakan masa depanmu yang lain.
Bisa saja aku lupa bagaimana caraku menyayangimu hingga aku bisa bertahan.
Bisa saja  aku akan melupakan perasaan ini. Sesuatu yang selalu bergejolak tanpa arah. Sesuatu yang hanya akulah yang mengerti.
Bisa saja aku akan meninggalkan bayangmu demi sosok lain. Membiarkan hidupku menemukan jalan bahagianya meski tanpamu.
Bisa saja aku menggandeng seseorang suatu hari nanti saat bertemu lagi denganmu dan kamu sedang sendiri.
Bisa saja aku mengundangmu ke pesta pernikahanku dengan ‘seseorang’ku nanti.
Masih banyak hal lain tak terduga yang bisa saja terjadi. Semuanya bisa saja terjadi suatu saat nanti. Bagiku, tak ada yang mustahil, begitu juga lika-liku rasa ini. Mungkin ia akan hilang bersama waktu. Aku memang tak lagi mengelak bahwa ini hanya kekaguman sesaat yang akan habis dimakan hari, tapi apapun memang bisa saja berubah. Aku memang menyayangimu sekarang, meskipun kamu jauh, tapi ingatlah tak ada yang abadi kecuali cinta Tuhan kepada umatnya. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...