Halo
sobat blogger, hmmm.... sejujurnya sih aku nggak tahu bingung mau update
apa kali ini. Maklum aja, puasa-puasa gini untuk aku yang emang males, ya
tambah deh malesnya. (Jangan ditiru).
Oke
deh daripada kelamaan basa-basi, kali ini aku mau ngomongin tentang lampu sein
atau lebih sering dikenal dengan lampu reting. Pasti pada tahu dong ya? Itu tuh
yang sering kedap-kedip waktu kita mau belok.
Sebenarnya
seberapa penting dia dihidupkan sih? Dan kapan waktu paling aman untuk
memanfaatkannya? Yuk kita bahas....
Dalam
berkendara terutama anak muda (sangat muda) atau justru orang yang sudah
lanjut, kadang melupakan keberadaan lampu ini. Entah karena lupa atau biasanya
mereka beralasan mereka belok kiri. Tapi, yah seperti yang kita tahu,
sebanarnya fenomena lupa menyalakan lampu sein ini bisa terjadi pada siapa
saja. Bahkan orang yang seharusnya menegakkan peraturan di jalan pun pernah
melakukannya -___-
Sekarang
kembali ke pertanyaan pertama, seberapa
penting lampu itu dihidupkan?
Sebagai
orang yang sudah akrab dengan jalanan kota yang ribut juga jalanan desa yang
sepi, tapi tiba-tiba bisa jadi rame, sangat penting.
Kalau ditelusur kenapa, ya tentu saja karena hal kecil yang kita lakukan itu
bisa menjadi cara untuk mengurangi kecelakaan lalin. Tapi bukan berarti sekedar
menyalakan lampu sein nggak ada aturannya. Kita nggak bisa gitu aja menyalakan
lampu saat kita sudah mau belok (apalagi belok kanan) bisa terjadi kecelakaan.
Lalu kapan waktu yang tepat untuk
menyalakan lampu sein?
Yang
jelas sih jangan terlalu dekat dengan belokan yang akan kita lalui. Terutama ketika
kita akan belok kanan atau mau memotong jalan. Disini kita bisa memanfaatkan
keberadaan spion untuk sedikit melihat bagaimana keadaan di belakang. Jika terlalu
dekat, ya lebih baik berhenti dulu meskipun sudah menyalakan lampu peringatan.
Sekian
dulu deh kawan ceritanya. Yang perlu diingat adalah pentingnya menyalakan lampu
sein ini. Toh nggak ada salahnya juga menjaga keselamatan sendiri juga orang
lain demi kebaikan bersama.
No comments:
Post a Comment