Beberapa
waktu yang lalu, saat memajang foto seseorang sebagai wallpaper laptop, saya
langsung mendapat teguran.
“Itu
siapa?”
Jelas
saya menjawab, “Kakak ketemu gedhe”. Maksud saya menjawab itu yang sebenarnya adalah
karena saya memang benar-benar menganggap orang itu kakak dan sebaliknya dia
menganggap saya adik. Kami memang dekat, pernah membicarakan rencana untuk
menjalin sebuah komitmen sampai saya tidak tidur tiga hari tiga malam benar-benar
memikirkan segalanya. Semakin dekat dan semakin dekat tapi sampai sekarang
belum ada titik temu.
Kembali
ke inti, gara-gara penyebutan saya itu, si kakak tiba-tiba naik ‘pangkat’
menjadi pacar. Risih juga menanggapi semua ini, tapi saya karena saya belum
menemukan waktu yang tepat untuk ngomong, biarlah semua seperti itu dulu. Itung-itung
galang do’a juga :D.
Semua
ini berawal dari perbedaan bahasa yang digunakan. Setidaknya dalam mengerti
sebuah kalimat antara saya dan beberapa teman saya (yang berasal dari lain
daerah) adalah beda. Inilah sebenarnya yang menjadi alasan. Namun, perlu
diketahui bahwa memang tidak ada
kebohongan. Kami, saya dan seseorang yang fotonya menjadi wallpaper laptop
saat ini memang tengah dekat. Semakin dekat dan sangat dekat.
Dari
cerita saya, berhati-hatilah ketika memperkenalkan sebuah istilah pada
seseorang yang berasal dari daerah yang berbeda. Bisa saja mereka salah
tanggap. Mending kalau salah tanggapnya seperti saya, itu rejeki. Tapi kalau
yang lain? Mungkin saja musibah.
itu modus namanya loch ..hhha
ReplyDeleteselamat hari blogger nasional ya
please Visit http://blog.cowokbete.com/
modus apa kakak? *pura2 gak ngerti*
Deleteiya, sama2.. mav telat