Pages

Wednesday, October 17, 2012

Dia "Kakak Ketemu Gedhe ku" dan Perbedaan Persepsi


Beberapa waktu yang lalu, saat memajang foto seseorang sebagai wallpaper laptop, saya langsung mendapat teguran.
“Itu siapa?”
Jelas saya menjawab, “Kakak ketemu gedhe”. Maksud saya menjawab itu yang sebenarnya adalah karena saya memang benar-benar menganggap orang itu kakak dan sebaliknya dia menganggap saya adik. Kami memang dekat, pernah membicarakan rencana untuk menjalin sebuah komitmen sampai saya tidak tidur tiga hari tiga malam benar-benar memikirkan segalanya. Semakin dekat dan semakin dekat tapi sampai sekarang belum ada titik temu.
Kembali ke inti, gara-gara penyebutan saya itu, si kakak tiba-tiba naik ‘pangkat’ menjadi pacar. Risih juga menanggapi semua ini, tapi saya karena saya belum menemukan waktu yang tepat untuk ngomong, biarlah semua seperti itu dulu. Itung-itung galang do’a juga :D.
Semua ini berawal dari perbedaan bahasa yang digunakan. Setidaknya dalam mengerti sebuah kalimat antara saya dan beberapa teman saya (yang berasal dari lain daerah) adalah beda. Inilah sebenarnya yang menjadi alasan. Namun, perlu diketahui bahwa memang tidak ada kebohongan. Kami, saya dan seseorang yang fotonya menjadi wallpaper laptop saat ini memang tengah dekat. Semakin dekat dan sangat dekat.
Dari cerita saya, berhati-hatilah ketika memperkenalkan sebuah istilah pada seseorang yang berasal dari daerah yang berbeda. Bisa saja mereka salah tanggap. Mending kalau salah tanggapnya seperti saya, itu rejeki. Tapi kalau yang lain? Mungkin saja musibah.

2 comments:

  1. itu modus namanya loch ..hhha

    selamat hari blogger nasional ya
    please Visit http://blog.cowokbete.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. modus apa kakak? *pura2 gak ngerti*

      iya, sama2.. mav telat

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...