Pages

Friday, August 3, 2012

+ Thinking About OSPEK 1


Selamat malam kawan blogger, hmmm malam ini iseng-iseng posting tentang cara biar bisa positive thinking pada OSPEK.
Udah pada tahu apa itu OSPEK kan? Untuk yang lupa, ini nih aku ingatkan kembali >>> OSPEK adalah Orientasi Siswa dan Pengenalan Lingkungan *semoga nggak salah* Yap, ini adalah sebuah kegiatan yang sebenarnya bertujuan sebagai ajang pengenalan siswa baru pada lingkungan yang baru sekaligus mengakrabkan dengan teman baru. Tuh liat, positif banget kan...
Tapi, sebenarnya apa sih yang ada di pikiran kalian waktu mendengar OSPEK??? Bagaimana perasaan kalian???
Sedikit curhat ya, kalau aku sih sejak masuk SMP sampai sekarang kurang bisa tenang. Bukan karena takut akan terjadi apa-apa saat pelaksanaan, tapi terlalu takut bagaimana nanti kalau-kalau barang yang ditugaskan mendadak tidak ada. (inget waktu SMP muterin hampir semua toko se-Jogja buat nyari permen Travela).
Berawal dari cerita tadi, sekarang aku berniat untuk membagi pikiran-pikiran postif aku tentang OSPEK. Tujuannya simple aja, semoga dengan ini aku (mungkin juga pembaca) bisa lebih mengkondisikan diri agar lebih tenang menghadapi OSPEK.
Oke, kawan, mulai yah.... OSPEK itu >>>
1.   Ajang Kenalan
Yapz, ini penting banget. kita bisa kenalan sama puluhan bahkan ratusan orang di hari yang sama. Memang, walaupun tidak ada acara ini toh kita juga bakal tetep dapat teman baru bagaimanapun caranya. Misal, pas antre ambil jas almamater kita bisa memanfaatkan waktu untuk kenalan. Yah, sekedar tahu nama, alamat, dan jurusan cukuplah. Tapi setelah itu? Nggak ada yang berani menjamin masih bakal ingat semua yang ditanyakan saat ketemu di jalan.
2.   Lebih Mengenal dengan Kerjasama
Kerjasama? Iya kakak....karena di dalam OSPEK nanti pasti akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang biasanya diantara anggotanya lebih banyak orang baru atau justru semuanya orang baru. Bakal dikasih tugas kelompok juga, jadi disitulah kita dituntut untuk profesional. Lupakan tentang keegoisan dengan bilang “Aku kan nggak kenal sama dia”, lupakan, yang harus diperjuangkan sekarang adalah kelompok. Dan kalian akan tahu bagaimana enaknya bekerjasama dengan orang yang belum kita kenal. Penuh kehati-hatian, tapi nggak canggung. Percaya!
3.   Mempelajari Kebudayaan Nusantara
Yayaya... alasan yang satu ini jelas banget. Mahasiswa biasanya nggak cuma berasal dari daerah yang sama. Terutama jika sebuah kota terkenal dengan perguruan tingginya yang bagus. Biasanya akan ada mahasiswa dari Sabang sampai Merauke menuntut ilmu di kota itu. Contoh: Bandung karena ITB *lirik Kapten*, Jakarta karena UI, Jogja karena UGM dan UNY, dan masih banyak yang lain. Nggak cuma negeri yang punya daya tarik, banyak juga kok swasta yang punya daya tarik. Nah, saat berkenalan dengan orang-orang dari luar daerah kita itulah, saatnya kita belajar budaya dari mereka. Minimal, ngobrol dengan mereka tentang kebudayaan. Lumayan kan, nambah wawasan :D
4.   Mengasah Kreatifitas
Disini ada dua makna. Pertama, kreatifitas dalam menciptakan atribut. Karena setauku, di jurusanku sendiri ada sebuah perintah untuk menghias sesuatu. Otomatis harus kreatif. (Padahal aku susah kalo suruh begini).
Kedua, kreatifitas dalam ‘ngakali’ penugasan. Karena dari sekian penugasan pasti ada yang merepotkan. Jadi bagaimana akal kita untuk menjadikan hal yang merepotkan itu menjadi menyenangkan. Terutama saat belanja ini itu.
Oke, kawan, itu tadi sedikit tentang pemikiran positif yang aku coba bangun untuk meredam kengerian.
Wish me luck....

@SNurjanahh

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...