Selamat
malam kawan blogger, hmmm malam ini iseng-iseng posting tentang cara biar bisa positive thinking pada OSPEK.
Udah
pada tahu apa itu OSPEK kan? Untuk yang lupa, ini nih aku ingatkan kembali
>>> OSPEK adalah Orientasi Siswa dan Pengenalan Lingkungan *semoga
nggak salah* Yap, ini adalah sebuah kegiatan yang sebenarnya
bertujuan sebagai ajang pengenalan siswa baru pada lingkungan yang baru
sekaligus mengakrabkan dengan teman baru. Tuh liat, positif banget kan...
Tapi,
sebenarnya apa sih yang ada di pikiran kalian waktu mendengar OSPEK??? Bagaimana
perasaan kalian???
Sedikit
curhat ya, kalau aku sih sejak masuk SMP sampai sekarang kurang bisa tenang. Bukan
karena takut akan terjadi apa-apa saat pelaksanaan, tapi terlalu takut
bagaimana nanti kalau-kalau barang yang ditugaskan mendadak tidak ada. (inget
waktu SMP muterin hampir semua toko se-Jogja buat nyari permen Travela).
Berawal
dari cerita tadi, sekarang aku berniat untuk membagi pikiran-pikiran postif aku
tentang OSPEK. Tujuannya simple aja,
semoga dengan ini aku (mungkin juga pembaca) bisa lebih mengkondisikan diri
agar lebih tenang menghadapi OSPEK.
Oke,
kawan, mulai yah.... OSPEK itu >>>
1. Ajang Kenalan
Yapz,
ini penting banget. kita bisa kenalan sama puluhan bahkan ratusan orang di hari
yang sama. Memang, walaupun tidak ada acara ini toh kita juga bakal tetep dapat
teman baru bagaimanapun caranya. Misal, pas antre ambil jas almamater kita bisa
memanfaatkan waktu untuk kenalan. Yah, sekedar tahu nama, alamat, dan jurusan
cukuplah. Tapi setelah itu? Nggak ada yang berani menjamin masih bakal ingat
semua yang ditanyakan saat ketemu di jalan.
2. Lebih Mengenal dengan Kerjasama
Kerjasama?
Iya kakak....karena di dalam OSPEK nanti pasti akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok
yang biasanya diantara anggotanya lebih banyak orang baru atau justru semuanya
orang baru. Bakal dikasih tugas kelompok juga, jadi disitulah kita dituntut
untuk profesional. Lupakan tentang keegoisan dengan bilang “Aku kan nggak kenal
sama dia”, lupakan, yang harus diperjuangkan sekarang adalah kelompok. Dan kalian
akan tahu bagaimana enaknya bekerjasama dengan orang yang belum kita kenal. Penuh
kehati-hatian, tapi nggak canggung. Percaya!
3. Mempelajari Kebudayaan Nusantara
Yayaya...
alasan yang satu ini jelas banget. Mahasiswa biasanya nggak cuma berasal dari
daerah yang sama. Terutama jika sebuah kota terkenal dengan perguruan tingginya
yang bagus. Biasanya akan ada mahasiswa dari Sabang sampai Merauke menuntut
ilmu di kota itu. Contoh: Bandung karena ITB *lirik Kapten*, Jakarta karena UI,
Jogja karena UGM dan UNY, dan masih banyak yang lain. Nggak cuma negeri yang
punya daya tarik, banyak juga kok swasta yang punya daya tarik. Nah, saat
berkenalan dengan orang-orang dari luar daerah kita itulah, saatnya kita
belajar budaya dari mereka. Minimal, ngobrol dengan mereka tentang kebudayaan. Lumayan
kan, nambah wawasan :D
4. Mengasah Kreatifitas
Disini
ada dua makna. Pertama, kreatifitas dalam menciptakan atribut. Karena setauku,
di jurusanku sendiri ada sebuah perintah untuk menghias sesuatu. Otomatis harus
kreatif. (Padahal aku susah kalo suruh begini).
Kedua,
kreatifitas dalam ‘ngakali’ penugasan. Karena dari sekian penugasan pasti ada
yang merepotkan. Jadi bagaimana akal kita untuk menjadikan hal yang merepotkan
itu menjadi menyenangkan. Terutama saat belanja ini itu.
Oke,
kawan, itu tadi sedikit tentang pemikiran positif yang aku coba bangun untuk
meredam kengerian.
Wish
me luck....
@SNurjanahh
No comments:
Post a Comment