Hai
sahabat blogger, masih ada semangat yang tersisa hari ini? Semoga masih ya,
kalau udah habis ya diadakan lagi untuk iseng mampir ke blogku dan baca
tulisanku. Hehe *promosi dikit*
Mungkin
ada yang bertanya kenapa judulnya begitu? Yeah, ini adalah sedikit ungkapan
syukur pada Tuhan karena telah memberikan karuniaNya.
Kebetulan
hari ini aku ada kepemanduan OSPEK *curhat dikit* Puanas pake banget deh hari
ini. Mataharinya WOW banget! Panasnya nggak bisa dijinakin lho... dan parahnya
awan-awan di atas sana yang biasanya aku kagumi, eh hari ini malah nggak muncul
-_____- panas-panas deh.
Tapi....aku
sedikit ngrasa biasa-biasa aja. Kenapa? Bukan karena aku pake sunblock se-liter, tapi justru karena
aku nggak pake apa-apa.
Di
antara sekian banyak cewek yang ribut gara-gara kepanasan, aku malah ngikutin
gaya cowok yang sok
cuek
waktu terpapar sinar matahari. Saat banyak teman yang ngeluh “Duh gimana nih
kalau item?”, “Yah item deh gue”, sampai yang begini “Ya ampun, mutihinnnya aja
tiga bulan tapi kalo seminggu panas-panasan gini ya percuma”.
Aku
cuma bisa berusaha menjadi pendengar yang baik untuk mereka. Menikmati setiap
keluhan mereka sambil senyum. Padahal dalam hati, aku bilang “Hello girls,,,
kulit itu pada waktu yang tidak ditentukan akan kembali ke keadaan semula kok.”
Tahu
kan maksud dari kalimatku tadi? Maksudku gini, sebanyak apapun seseorang
memakai suatu produk untuk memutihkan kulit, pada akhirnya kulit akan kembali
ke keadaan semula. Buktikan sendiri kalau mau bukti.
Mereka
membuatku berpikir bagaimana jika aku pakai pemutih dan harus menahan panas
yang lebih saat terpapar sinar matahari dan muka jadi merah bata. Mending terima
apa adanya deh. Toh punya kulit gelap juga bukan sesuatu yang buruk. Karena kesuksesan
seseorang tidak ditentukan oleh warna kulit. Barack Obama yang uitem (bukan
coklat) aja bisa lho jadi presiden. Dunia bukan hanya
milik orang-orang berkulit putih, kawan.
Jadi
buat yang masih sering ribut karena kepanasan, aku punya sedikit renungan. Kemarin
aku mikirin ini untuk bisa tahan di bawah panasnya sinar matahari yang buas.
Panas
yang kita rasakan ini hanya sebentar. Paling selama acara outdoor aja dan
nantinya kita bisa pulang ke rumah, sedangkan mereka yang ada di luar sana? Setelah
mandi sinar matahari belum tentu mereka bisa pulang kemudian buka kulkas dan
menikmati segelas minuman dingin.
Kita
bisa memakai topi jika kita mau. Itu pilihan yang diberikan Tuhan untuk kita. Sedangkan
mereka yang di luar sana? Mungkin topi hanya bagian dari sebuah lirik lagu.
Jadi,
kawan, yuk usaha untuk lebih mensyukuri nikmat yang sudah diberikan pada kita.
Tuhan menciptakan sesuatu yang pasti bermanfaat untuk umatnya. Sedangkan
seberapa besar manfaat dari yang telah diberikan, itu tergantung dari bagaimana
kita memanfaatkan dan mensyukuri.
Oke,
kawan, itu dulu yah postingan hari ini. Semoga nanti akan ada ide-ide specta
lain yang bisa aku bagi..
With
smile @SNurjanahh
menginspirasi buat bersyukur nih. eh siti, follow blog ku: http://iamnotbella.blogspot.com dong :)) makasih sebelumnya..
ReplyDeletehehe padahal nulisnya ngasal (ngasal bener) :D.. oke bell :)
Delete