Pages

Saturday, August 4, 2012

Thanks to : My Brown Skin


Hai sahabat blogger, masih ada semangat yang tersisa hari ini? Semoga masih ya, kalau udah habis ya diadakan lagi untuk iseng mampir ke blogku dan baca tulisanku. Hehe *promosi dikit*
Mungkin ada yang bertanya kenapa judulnya begitu? Yeah, ini adalah sedikit ungkapan syukur pada Tuhan karena telah memberikan karuniaNya.
Kebetulan hari ini aku ada kepemanduan OSPEK *curhat dikit* Puanas pake banget deh hari ini. Mataharinya WOW banget! Panasnya nggak bisa dijinakin lho... dan parahnya awan-awan di atas sana yang biasanya aku kagumi, eh hari ini malah nggak muncul -_____- panas-panas deh.
Tapi....aku sedikit ngrasa biasa-biasa aja. Kenapa? Bukan karena aku pake sunblock se-liter, tapi justru karena aku nggak pake apa-apa.
Di antara sekian banyak cewek yang ribut gara-gara kepanasan, aku malah ngikutin gaya cowok yang sok cuek waktu terpapar sinar matahari. Saat banyak teman yang ngeluh “Duh gimana nih kalau item?”, “Yah item deh gue”, sampai yang begini “Ya ampun, mutihinnnya aja tiga bulan tapi kalo seminggu panas-panasan gini ya percuma”.
Aku cuma bisa berusaha menjadi pendengar yang baik untuk mereka. Menikmati setiap keluhan mereka sambil senyum. Padahal dalam hati, aku bilang “Hello girls,,, kulit itu pada waktu yang tidak ditentukan akan kembali ke keadaan semula kok.”
Tahu kan maksud dari kalimatku tadi? Maksudku gini, sebanyak apapun seseorang memakai suatu produk untuk memutihkan kulit, pada akhirnya kulit akan kembali ke keadaan semula. Buktikan sendiri kalau mau bukti.
Mereka membuatku berpikir bagaimana jika aku pakai pemutih dan harus menahan panas yang lebih saat terpapar sinar matahari dan muka jadi merah bata. Mending terima apa adanya deh. Toh punya kulit gelap juga bukan sesuatu yang buruk. Karena kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh warna kulit. Barack Obama yang uitem (bukan coklat) aja bisa lho jadi presiden. Dunia bukan hanya milik orang-orang berkulit putih, kawan.
Jadi buat yang masih sering ribut karena kepanasan, aku punya sedikit renungan. Kemarin aku mikirin ini untuk bisa tahan di bawah panasnya sinar matahari yang buas.
Panas yang kita rasakan ini hanya sebentar. Paling selama acara outdoor aja dan nantinya kita bisa pulang ke rumah, sedangkan mereka yang ada di luar sana? Setelah mandi sinar matahari belum tentu mereka bisa pulang kemudian buka kulkas dan menikmati segelas minuman dingin.
Kita bisa memakai topi jika kita mau. Itu pilihan yang diberikan Tuhan untuk kita. Sedangkan mereka yang di luar sana? Mungkin topi hanya bagian dari sebuah lirik lagu.
Jadi, kawan, yuk usaha untuk lebih mensyukuri nikmat yang sudah diberikan pada kita. Tuhan menciptakan sesuatu yang pasti bermanfaat untuk umatnya. Sedangkan seberapa besar manfaat dari yang telah diberikan, itu tergantung dari bagaimana kita memanfaatkan dan mensyukuri.
Oke, kawan, itu dulu yah postingan hari ini. Semoga nanti akan ada ide-ide specta lain yang bisa aku bagi..


With smile @SNurjanahh

2 comments:

  1. menginspirasi buat bersyukur nih. eh siti, follow blog ku: http://iamnotbella.blogspot.com dong :)) makasih sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe padahal nulisnya ngasal (ngasal bener) :D.. oke bell :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...