Hai....yapz kali ini lagi-lagi bahas OSPEK. Jangan
bosen ya. Haha seolah-olah aku jadi orang yang tergila-gila dengan OSPEK ini.
Ide postingan ini tiba-tiba aja muncul waktu inget
tentang pertemuan setelah penutupan OSPEK dengan kawan-kawan sesama alumni SMA
N 1 Sleman. Secara sengaja di malam yang nggak dingin tapi tetep gelap itu aku,
Ella, Yeni, Anis, Dyah, Lupi, dan Rofi, ketemuan di depan gedung pasca sarjana.
Yah walaupun aku datang paling akhir dengan alasan
habis minta tandatangan ‘artis’ #eeaaa. Heboh banget, nggak ada cerita yang
nadanya santae, semua menggebu-gebu.
Karena kita kebetulan berasal dari fakultas yang
berbeda-beda, jadi makin bercorak aja ceritanya. Bisa dibilang malam itu adalah
malam “bedah OSPEK”. Kenapa? Karena hampir semua kejadian yang biasa sampai
ekstrim saat OSPEK diceritakan.
Hebohnya lagi, saat yang lain disertai kalimat
bernada malas dan mengeluh. Kami, dari FIP cuma sanggup senyum dan
geleng-geleng saat tahu bagaimana teman-teman lain OSPEK di fakultas lain.
Entah apa yang terjadi kalau aku yang dapat begituan, mungkin yang ada aku
bakal mikir kalau nggak ada bedanya sama tonti.
Dari situ, aku sadar, walaupun setiap hari harus
rela menahan kantuk yang hebat saat ada pembicara menyampaikan pidato di
auditorium atau di lapangan hijau. Walaupun harus mandi sehabis sahur dan
berangkat pagi-pagi. Ternyata OSPEK di fakultasku benar-benar ISTIMEWA.... Nggak
ada hal yang dilakukan untuk menunjukkan mana senior dan mana junior. Karena
tanpa penegasan pun maba udah sama-sama tahu mana batasan antara senior dan
junior.
Letak keistimewaan OSPEK di fakultasku adalah,
tidak ada hal yang sia-sia. Yah, cukuplah sebagai penggambaran nyata dari
jargon yang berbunyi “Edukatif, Humanis, Religius”.
Bukti nyata dari kata edukatif, aku sendiri merasa
mendapatkan banyak ilmu-ilmu baru juga menambah ilmu dalam setiap acara yang
diselenggarakan serangkai dengan OSPEK. Kemudian humanis, ya ini sangat-sangat
terlihat dari bagaimana senior memperlakukan maba. Meskipun kadang ada maba
yang mendapat hukuman, hukuman itu pun tidak berbau kekerasan dan yang pasti
mendidik. Lalu yang terakhir, religius, terlihat dari serangkaian kegiatan
rohani yang diadakan, seperti tutorial PAI.
Tanpa bermaksud membandingkan dengan fakultas
lain, tapi OSPEK FIP memang istimewa. *NyalainKembangApi*
@SNurjanahh
No comments:
Post a Comment