Hai guys,
dimanapun kalian berada. Apa kabar? Aku harap sih baik-baik aja supaya bisa
baca postingan di blog ini. Kalau sampai kalian nggak baca, liat aja apa yang
bakal terjadi. *Emang apa, nona?* Nggak ada apa-apa sih. Hahaa #gariing
Oke, di
kesempatan kali ini aku sekedar posting tentang kerinduan terhadap sesorang.
Wiih, keren amat yak nyebutnya ‘seseorang’, sebelum kalian sempat mikir ini
kerinduan ke pacar, aku kasih penjelasan dulu, ini cuma teman. Tepatnya teman
dunia maya, bukan bukan, bukan cowok, cewek dan masih anak kecil. *desahanpembaca
Langsung aja
ya, daripada kebanyakan basa-basi. Ini dia perjalanan perkenalan dengan gadis bernama
belakang Dhita yang dikemas
dengan sedikit
alay.
Darimana kenal Dhita? Sama sekali nggak ada yang ngenalin ke
Dhita, ini murni inisiatif untuk menambah teman.
Siapa sebenarnya Dhita? Awal menemukan kemudian mulai menjalin
hubungan melalui jejaring sosial, aku kira ini anak seumuran sama aku. Eh
ternyata seumuran sama adikku, Dhean. Gadis ini tinggal bersama keluarganya di
sebuah kota yang cukup oke, punya lumayan banyak tempat-tempat wisata. Andai
aku jadi Dhita, pasti tiap hari liat Hamka Hamzah. *emang adiknya, non? Bukaaan
#tanpadosa.
Darimana tahu nama dan akunnya? Simple, tinggal ketik nama depannya di
search engine dan akan muncul
hasilnya. Pilih salah satu yang paling diminati layaknya memilih sepatu
kemudian add dia menjadi teman.
Kenapa pilih yang ini? Suka-suka gue dong.....nggak tau juga
tuh kenapa jatuhnya ke anak ini, tanda-tanda mungkin. Meskipun aku juga nggak
tahu tanda-tanda apa. #aneh.
Ada udang dibalik batu nggak? Ada udang dibalik batu itu belum
tentu, tapi ada selai di balik roti isi itu pasti. *looh?? Nggak ada apa-apa
kok, kan nggak kenal. Cuma pengen tahu aja ini anak gimana, secara masih kelas
dua SD udah punya pesbuk (facebook). Satu hal yang berhasil aku tahu, Dhita ini
ternyata sering galau karena sama kakaknya yang lagi merantau. Mirip-mirip aku
gitu deh...
Kesan tentang status Dhita? Statusnya mirip-mirip status anak ABG,
ini juga yang sempat buat aku nggak percaya kalau ternyata dia masih SD. Banyak
galau dan ngomongin cinta-cintaan, dasar anak zaman sekarang.
Awal kegalauanmu apa, non? Nah ini, seperti biasa gara-gara capek
belajar akhirnya online pesbuk, berharap ada sesuatu yang bermanfaat. Tapi yang
aku lakukan malah berselancar di profil pesbuk Dhita, dan jeng-jeng Dhita udah
seminggu nggak update status. Langsung deh penasaran, kemana ni anak? Tapi
sayang, nggak ada yang jawab, maklum aku tanya sama rumput yang bergoyang sih.
*sorakanpembaca.
Apa yang paling berkesan dari status
Dhita? Dhita ini
masih lugu banget dan dia ini tipe anak yang nggak bisa bohong. Liat aja
statusnya jujur banget. Paling berkesan itu waktu dia update status yang isinya
‘memberitahukan’ alamat rumah, nomor hape, sampe pin BB. *maksudnya pin yang
buat Ban Bocor, non? #plaak! Bukan, BB itu yang sering manggung di karnaval,
anggotanya cowok semua dan bisa ngedance sambil nyanyi. *itu Boy Band! Udah deh
ini Blackberry, iya aku tahu mungkin beberapa di antara kalian belum percaya,
tapi ini nyata kok. Masalah setajir apa orangtuanya jangan tanya ke aku.
Apa harapan untuk Dhita? Harapan buat Dhita, dia bisa kembali
lagi ke jejaring sosial. Kembali menuliskan uneg-unegnya. Menurutku, ini lebih
baik setidaknya dia bisa mendapat sedikit perhatian dari pesbuker lain yang
jadi temannya, termasuk aku. Secara orang tuanya itu super duper sibuk dan
mungkin pulang saat anaknya udah pada di alam mimpi.
Baiklah
pembaca, itu tadi kisah galauku tentang Dhita. Maaf kalau dimuat dalam format
yang aneh sehingga menimbulkn kesan seperti acara talkshow di tipi. Sekian dulu
deh, daa daa bye bye... *buka pesbuk Dhita

No comments:
Post a Comment