Pages

Monday, March 12, 2012

Paket Soal yang Meresahkan



Sedikit cerita tentang ujian hari ini, sengaja ditulis secepat mungkin mumpung masih panas. Hari ini ujian agama. Agak cemas, khawatir, ragu, deg-degan, ya pokoknya perasaan itulah. Nyampur jadi satu. Ini karena ada sedikit kesalahan saat pendistribusian soal dari pengawas ke peseta di ruangan yang kebetulan ku tempati. Kebetulan di ruangan itu terdiri dari siswa yang beragama islam san juga yang beragama lain. Seharusnya, soal diserahkan dari nomor terkecil kemudian beranjak ke nomor besar. Tapi mungkin karena gurunya terkecoh dengan adanya siswa yang jumlahnya sedikit (yang selain islam) jadi oleng deh. (lhoh?)
Seorang guru yang juga menjabat sebagai wakasek kurikulum, masuk ke ruangan dan menjelaskan tentang kesimpangsiuran yang terjadi. Intinya, kerjakan soal paket berapapun yang sudah diterima. Karena pernyataan itu aku nggak terlalu ikut ribut dengan naskah soal. Muncul gara-gara yang lain, salah satu pengawas tiba-tiba bilang “no ganjil paket soal 20, genap 45” nah loh pas diulang untuk kedua kalinya (mungkin lupa) kalimatnya beda. Tapi karena masih kekeuh sama kalimat yang sempat terucap dari bapak wakasek yang sabar, jadilah tetap tenang.
Sampai akhirnya tiba saatnya aku harus tanda tangan. Di dua lembar kertas itu terpampang keganjalan yang tiba-tiba membuat keringat dingin keluar dari peraduannya. Di sana ada serentetan nama dengan mencantumkan paket soal yang menurutku “inilah yang dibilang bapak pengawas tadi”. Setelah sekian detik menimbang apa yang harus dilakukan, akhirnya ambil ancang-ancang ke meja pengawas.
“Ada apa mbak?” si ibu pengawas yang imut itu menyapa. Berhubung waktu terus mengejar, to the point aja sama pengawas, langsung tanya ngerjain soal paket 45 atau ganti ke 20. Satu hal yang aku tangkap dari nada bicara dan juga tatapan mereka. Ada nada takut yang tersirat di sana. Maklum, ini UJIAN AKHIR, harus hati-hati.  Tapi aneh ketika mereka akhirnya memutuskan untuk menyuruhku tetap mengerjakan soal paket 45.
Setengah hati kembali ke tempat duduk tanpa membawa soal paket yang diinginkan. Okelah ngalah aja, seraya berdoa semoga semua lancar. Karena emang nggak ada masalah dengan soal bentuk apapun itu. kan udah belajar (haha...). Cuma ya itu, nggak yakin karena biasanya ada korelasi antara paket dan kunci jawaban.
Sempat bernegosiasi dengan seorang teman, yang sebenarnya ada kemungkinan soalku dan punya dia kebalik. Terbukti dengan kode naskah yang seharusnya itu punyaku. Tapi, berhubung dia nggak mau (mungkin udah enjoy sama soalnya atau karena punya harapan nyontek di depannya), ya udahlah nggak penting juga buang-buang waktu. Lagian kasian juga kalo ternyata dia jadi nggak bisa ngerjain gara-gara soalnya ditukar.
Huuuuh....sekarang harus lupakan kejadian ini dan mulai start konsentrasi untuk mata pelajaran selanjutnya.
 Bye-bye, nantikan update life story yang (kirang penting bagi anda) lainnya di lain kesempatan...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...