Sedikit
cerita tentang ujian hari ini, sengaja ditulis secepat mungkin mumpung masih
panas. Hari ini ujian agama. Agak cemas, khawatir, ragu, deg-degan, ya pokoknya
perasaan itulah. Nyampur jadi satu. Ini karena ada sedikit kesalahan saat
pendistribusian soal dari pengawas ke peseta di ruangan yang kebetulan ku
tempati. Kebetulan di ruangan itu terdiri dari siswa yang beragama islam san
juga yang beragama lain. Seharusnya, soal diserahkan dari nomor terkecil
kemudian beranjak ke nomor besar. Tapi mungkin karena gurunya terkecoh dengan adanya
siswa yang jumlahnya sedikit (yang selain islam) jadi oleng deh. (lhoh?)
Seorang
guru yang juga menjabat sebagai wakasek kurikulum, masuk ke ruangan dan
menjelaskan tentang kesimpangsiuran yang terjadi. Intinya, kerjakan soal paket
berapapun yang sudah diterima. Karena pernyataan itu aku nggak terlalu ikut
ribut dengan naskah soal. Muncul gara-gara yang lain, salah satu pengawas
tiba-tiba bilang “no ganjil paket soal 20, genap 45” nah loh pas diulang untuk
kedua kalinya (mungkin lupa) kalimatnya beda. Tapi karena masih kekeuh sama
kalimat yang sempat terucap dari bapak wakasek yang sabar, jadilah tetap
tenang.
Sampai
akhirnya tiba saatnya aku harus tanda tangan. Di dua lembar kertas itu terpampang
keganjalan yang tiba-tiba membuat keringat dingin keluar dari peraduannya. Di sana
ada serentetan nama dengan mencantumkan paket soal yang menurutku “inilah yang
dibilang bapak pengawas tadi”. Setelah sekian detik menimbang apa yang harus
dilakukan, akhirnya ambil ancang-ancang ke meja pengawas.
“Ada
apa mbak?” si ibu pengawas yang imut itu menyapa. Berhubung waktu terus
mengejar, to the point aja sama pengawas, langsung tanya ngerjain soal paket 45
atau ganti ke 20. Satu hal yang aku tangkap dari nada bicara dan juga tatapan
mereka. Ada nada takut yang tersirat di sana. Maklum, ini UJIAN AKHIR, harus
hati-hati. Tapi aneh ketika mereka
akhirnya memutuskan untuk menyuruhku tetap mengerjakan soal paket 45.
Setengah
hati kembali ke tempat duduk tanpa membawa soal paket yang diinginkan. Okelah ngalah
aja, seraya berdoa semoga semua lancar. Karena emang nggak ada masalah dengan soal
bentuk apapun itu. kan udah belajar (haha...). Cuma ya itu, nggak yakin karena
biasanya ada korelasi antara paket dan kunci jawaban.
Sempat
bernegosiasi dengan seorang teman, yang sebenarnya ada kemungkinan soalku dan
punya dia kebalik. Terbukti dengan kode naskah yang seharusnya itu punyaku. Tapi,
berhubung dia nggak mau (mungkin udah enjoy sama soalnya atau karena punya
harapan nyontek di depannya), ya udahlah nggak penting juga buang-buang waktu. Lagian
kasian juga kalo ternyata dia jadi nggak bisa ngerjain gara-gara soalnya ditukar.
Huuuuh....sekarang
harus lupakan kejadian ini dan mulai start konsentrasi untuk mata pelajaran
selanjutnya.
Bye-bye, nantikan update life story yang
(kirang penting bagi anda) lainnya di lain kesempatan...

No comments:
Post a Comment