Pages

Saturday, March 10, 2012

M-U-S-'E'

from google

Esempe – Nggak ada hari tanpa mereka. Nggak ada hari tanpa SMS mereka. Nggak ada hari tanpa curhat-curhatan sama mereka. Nggak ada hari tanpa bareng-bareng mereka. Nggak ada hari tanpa ketawa bareng mereka. Nggak ada minggu tanpa telpon salah satu dari mereka. Pokoknya semua hari-hariku penuh dengan mereka (sampe nggak ada tempat buat yang lain) :D. Ada mereka dalam setiap detik di masa laluku dulu.
Ini tentang kami. Aku dan tiga orang sahabatku yang oke banget. Mau kenal? Baiklah, satu-satu nih aku kenalin. Tapi nggak sesuai urutan singkatan ya...
Yang pertama ini cowok, namanya sebut aja Ebi (kayak nama kucingku, broo). Maaf ya, tapi aku tahu dengan posisimu sekarang kamu nggak pengen disebut pake nama panggilan dari aku dulu. Tapi, nama yang dulu itu sekarang nge-trend ya? Nggak nyangka, padahal dulu iseng aja panggil pake nama itu. Siapa tahu aja yang ini bisa nge-trend juga (ngarep). Ganteng? Nggak juga sih, tapi dia punya sesuatu yang bisa buat orang lain gampang akrab sama dia. Entahlah, karismanya mungkin. Dia ini menurutku cowok paling jujur yang pernah ku kenal. Dia nggak malu untuk ngomong apa yang terjadi. Contohnya, dia biasa aja tu ngomong kalau dia sampe netesin air mata pas putus dari pacarnya. Tapi anehnya dia juga jujur waktu ambil keputusan jadi playboy.
Yang kedua, gadis manis berkerudung yang pernah disukai sama Ebi (ungkap rahasia). Namanya Uzi. Kedengarannya sih tomboi, tapi nyatanya nggak. Dia ini cukup feminin. Dia cantik, jujur dia ini paling cantik. Uzi ini orangnya jarang ngeluh. Dia lebih sering bilang kalau Allah pasti kasih jalan yang terbaik untuk umatNya. Kalau lagi sedih, males, galau, dan segala rasa yang nggak enak dan datang ke dia bakal bikin pikiran plong. Seru ngobrol bareng dia, kata-katanya nggak pernah kotor. Sekalipun dia marah banget, belum pernah tuh denger dia bilang ‘kaki empat’. Kalau dia lagi seneng, mencapai target nilai yang diinginkan misalnya, itu juga nggak buat dia sombong. Dia ini lempeng-lempeng aja, kecuali masalah hati.
Yang ketiga, namanya Mey. Tapi dia juga dipanggil Melodi. Dulu dia suka banget sama dolphin. Mel ini deket sama Uzi, mereka udah deket sejak kelas 7. Bahkan sampai sekarang mereka masih bisa jaga komitmen (mereka berdua) yang dibangun sejak awal pertemuan itu. Jujur, nggak banyak hal-hal kecil yang aku tahu dari Mel. Hal terbanyak yang aku tahu tentang dia adalah tentang kisah cintanya yang penuh warna. Sedikit terasa seperti drama dalam kehidupan nyata. Walaupun begitu nggak pernah ada yang membosankan dari kisah cintanya.  Kalau inget kisah cintanya Mel, pasti mikir gimanapun rasa cinta udah pernah dirasain. Manis, asem, bahkan pahit sekalipun. Lengkap. Terserah deh mau nyebut rasa apa aja mungkin bisa dia jabarkan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...