![]() |
| from google |
Esempe
– Nggak ada hari tanpa mereka. Nggak ada hari tanpa SMS mereka. Nggak ada hari
tanpa curhat-curhatan sama mereka. Nggak ada hari tanpa bareng-bareng mereka.
Nggak ada hari tanpa ketawa bareng mereka. Nggak ada minggu tanpa telpon salah satu
dari mereka. Pokoknya semua hari-hariku penuh dengan mereka (sampe nggak ada
tempat buat yang lain) :D. Ada mereka dalam setiap detik di masa laluku dulu.
Ini
tentang kami. Aku dan tiga orang sahabatku yang oke banget. Mau kenal? Baiklah,
satu-satu nih aku kenalin. Tapi nggak sesuai urutan singkatan ya...
Yang
pertama ini cowok, namanya sebut aja Ebi (kayak nama kucingku, broo). Maaf ya,
tapi aku tahu dengan posisimu sekarang kamu nggak pengen disebut pake nama
panggilan dari aku dulu. Tapi, nama yang dulu itu sekarang nge-trend ya? Nggak
nyangka, padahal dulu iseng aja panggil pake nama itu. Siapa tahu aja yang ini
bisa nge-trend juga (ngarep). Ganteng? Nggak juga sih, tapi dia punya sesuatu
yang bisa buat orang lain gampang akrab sama dia. Entahlah, karismanya mungkin.
Dia ini menurutku cowok paling jujur yang pernah ku kenal. Dia nggak malu untuk
ngomong apa yang terjadi. Contohnya, dia biasa aja tu ngomong kalau dia sampe
netesin air mata pas putus dari pacarnya. Tapi anehnya dia juga jujur waktu ambil
keputusan jadi playboy.
Yang
kedua, gadis manis berkerudung yang pernah disukai sama Ebi (ungkap rahasia).
Namanya Uzi. Kedengarannya sih tomboi, tapi nyatanya nggak. Dia ini cukup
feminin. Dia cantik, jujur dia ini paling cantik. Uzi ini orangnya jarang
ngeluh. Dia lebih sering bilang kalau Allah pasti kasih jalan yang terbaik
untuk umatNya. Kalau lagi sedih, males, galau, dan segala rasa yang nggak enak
dan datang ke dia bakal bikin pikiran plong. Seru ngobrol bareng dia,
kata-katanya nggak pernah kotor. Sekalipun dia marah banget, belum pernah tuh
denger dia bilang ‘kaki empat’. Kalau dia lagi seneng, mencapai target nilai
yang diinginkan misalnya, itu juga nggak buat dia sombong. Dia ini
lempeng-lempeng aja, kecuali masalah hati.
Yang
ketiga, namanya Mey. Tapi dia juga dipanggil Melodi. Dulu dia suka banget sama
dolphin. Mel ini deket sama Uzi, mereka udah deket sejak kelas 7. Bahkan sampai
sekarang mereka masih bisa jaga komitmen (mereka berdua) yang dibangun sejak
awal pertemuan itu. Jujur, nggak banyak hal-hal kecil yang aku tahu dari Mel.
Hal terbanyak yang aku tahu tentang dia adalah tentang kisah cintanya yang
penuh warna. Sedikit terasa seperti drama dalam kehidupan nyata. Walaupun
begitu nggak pernah ada yang membosankan dari kisah cintanya. Kalau inget kisah cintanya Mel, pasti mikir
gimanapun rasa cinta udah pernah dirasain. Manis, asem, bahkan pahit sekalipun.
Lengkap. Terserah deh mau nyebut rasa apa aja mungkin bisa dia jabarkan.

No comments:
Post a Comment