Kita, punya segudang perbedaan
yang bisa terlihat secara kasat mata. Dari ujung kaki sampai ujung kepala, kita
memang sudah ditakdirkan untuk berbeda. Selain itu kita masih punya banyak
perbedaan. Tak perlu kusebutkan bahkan menjelaskan apa yang membedakan kita,
kurasa kau sudah sangat paham dengan itu. Tak perlu kuhitung berapa jumlah
perbedaan yang kita miliki, karena ini pun aku sudah tahu bahwa kau sendiripun
takkan mampu menghitungnya.
Yah,
itulah kita. Berjalan dengan arah yang berbeda, menuju tujuan masing-masing
dengan menggunakan jalan yang menurut diri masing-masing adalah paling benar. Karena
hal ini, aku nggak mau tahu apa yang sebenarnya menjadi tujuan hidupmu, dan
kamu nggak perlu tahu bahkan repot mencari tahu apa yang sebenarnya ku inginkan
dalam hidup ini. kita bukan dari kalangan yang sama, jadi bergaul saja dengan
kalangan masing-masing. Cukup pikirkan apa yang menjadi tujuan tanpa
mempedulikan apa tujuan orang lain.
Setidaknya,
hukum alam masih berlaku untuk kita. Sekalipun banyak perbedaan yang mengitari,
pastilah ada sebuah kesamaan di antara kita. Mau atau tidak menyadari ini, ada
satu kesamaan di antara kita. Meskipun ini bukan sesuatu yang baik, tapi ini
benar adanya. BENCI, itulah yang menyamakan kita. Sama-sama tak mau memandang,
bahkan senyum yang kadang terurai pun sebenarnya hanya karena salah sasaran. Raut
wajah yang ceria bisa tiba-tiba berubah mendung, hitam pekatnya bahkan bisa
mengalahkan malam tanpa bintang.
Entahlah
kemana akhirnya semua ini, satu hal yang perlu kamu tahu, sesadis apapun kita
suatu saat akan bertemu lagi. Jika saat itu tiba, aku pun tak ingin melihat
wajahmu yang sekarang. Aku hanya ingin memastikan bahwa ragamu masih utuh dan
belum termakan oleh penyakit tua. Saat keriput mulai tercipta di wajahmu, aku
ingin tahu apakah masih ada hal-hal yang menurutku aneh terjadi padamu.
Note:
Untuk seseorang di ujung sana. Aku bukanlah fans yang rela menghujani akun
jejaring sosialmu dengan kata-kata yang meninggikan hatimu. Aku hanyalah aku
yang tak ingin menanggapi kehadiranmu. Bagiku, kamu sama dengan kebanyakan dari
mereka. Ini keadaan yang terbaik J
@narena123
di ruang pena

No comments:
Post a Comment