Pages

Tuesday, February 28, 2012

Sama di Antara Beda



 Kita, punya segudang perbedaan yang bisa terlihat secara kasat mata. Dari ujung kaki sampai ujung kepala, kita memang sudah ditakdirkan untuk berbeda. Selain itu kita masih punya banyak perbedaan. Tak perlu kusebutkan bahkan menjelaskan apa yang membedakan kita, kurasa kau sudah sangat paham dengan itu. Tak perlu kuhitung berapa jumlah perbedaan yang kita miliki, karena ini pun aku sudah tahu bahwa kau sendiripun takkan mampu menghitungnya.
Yah, itulah kita. Berjalan dengan arah yang berbeda, menuju tujuan masing-masing dengan menggunakan jalan yang menurut diri masing-masing adalah paling benar. Karena hal ini, aku nggak mau tahu apa yang sebenarnya menjadi tujuan hidupmu, dan kamu nggak perlu tahu bahkan repot mencari tahu apa yang sebenarnya ku inginkan dalam hidup ini. kita bukan dari kalangan yang sama, jadi bergaul saja dengan kalangan masing-masing. Cukup pikirkan apa yang menjadi tujuan tanpa mempedulikan apa tujuan orang lain.
Setidaknya, hukum alam masih berlaku untuk kita. Sekalipun banyak perbedaan yang mengitari, pastilah ada sebuah kesamaan di antara kita. Mau atau tidak menyadari ini, ada satu kesamaan di antara kita. Meskipun ini bukan sesuatu yang baik, tapi ini benar adanya. BENCI, itulah yang menyamakan kita. Sama-sama tak mau memandang, bahkan senyum yang kadang terurai pun sebenarnya hanya karena salah sasaran. Raut wajah yang ceria bisa tiba-tiba berubah mendung, hitam pekatnya bahkan bisa mengalahkan malam tanpa bintang.
Entahlah kemana akhirnya semua ini, satu hal yang perlu kamu tahu, sesadis apapun kita suatu saat akan bertemu lagi. Jika saat itu tiba, aku pun tak ingin melihat wajahmu yang sekarang. Aku hanya ingin memastikan bahwa ragamu masih utuh dan belum termakan oleh penyakit tua. Saat keriput mulai tercipta di wajahmu, aku ingin tahu apakah masih ada hal-hal yang menurutku aneh terjadi padamu.



Note: Untuk seseorang di ujung sana. Aku bukanlah fans yang rela menghujani akun jejaring sosialmu dengan kata-kata yang meninggikan hatimu. Aku hanyalah aku yang tak ingin menanggapi kehadiranmu. Bagiku, kamu sama dengan kebanyakan dari mereka. Ini keadaan yang terbaik  J
@narena123 di ruang pena

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...