Pages

Tuesday, February 26, 2013

Sembilan Belas


Sembilan belas. Mungkin kalian lupa aku sudah sebesar ini. Ya, besar belum dewasa. Sudah selama ini kita hidup bersama dalam satu atap meski kadang harus dipisahkan oleh puluhan kilometer penguji kesetiaan dan kepercayaan.
Ini hadiah kecil yang ku berikan untuk kalian. Sebenarnya kalian sendiri yang mengukir cerita-cerita yang ku tulis disini. Kalian juga yang menciptakan kata-kata indah, sedang aku hanya merangkainya agar oranglain lebih mudah membacanya. Kadang senyum, kadang juga tangis. Hidup kita terlalu indah dan terlalu ‘nyeni’ jika hanya kita nikmati sendiri.
Jadi, izinkan aku (orang yang susah mengungkapkan perasaan) ini untuk menceritakan hal-hal penting yang telah kulalui bersama kalian. Kalian bisa membacanya kapan saja, bahkan dimana pun kalian bisa membacanya. Jika kalian rindukan aku nanti disaat aku sudah tak bersama kalian, kalian bisa baca ini. Mungkin ini juga obat untuk lupa yang akan datang lebih sering bersamaan dengan umur kalian yang semakin bertambah.
Banyak terimakasih juga banyak maaf yang kuucapkan. Lebih dari sekedar sikap ego di masa mudaku, aku mengagumi kalian lebih dari mengagumi artis manapun. Aku mencintai kalian lebih dari cintaku untuk Pangeran Kacamata meskipun tak bisa melebihi dari cinta kepada Tuhan juga tak mungkin menandingi kasihmu, Ibu, untukku. Aku berharap memiliki seorang imam yang sebijaksana kau, Ayah.
Terimakasih untuk kebersamaan selama ini. Baik di akhir minggu maupun di hari-hari lain melalui dunia maya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...