Lalala
yeyeye....lalala. Yeah, mav mav aja nih kalau di awal postingan ini keliatan
girang banget. Iya emang, sekarang aja saya lagi jingkrak-jingkrak
senyum menikmati hari ini. Mau tahu kenapa? Tepat kemarin, 24 Agustus adalah
hari ulangtahun saya.
Di
usia yang sekarang ini, dimana saya sudah menyandang status sebagai seorang
mahasiswa. Oke, ini berarti saya harus bisa lebih dari kemarin. Tentu saja,
karena menurut saya memang harus selalu ada peningkatan dalam hidup ini. Baik
itu dalam skala kecil maupun besar. Lebih mempertanggungjawabkan segalanya
selama masih berhubungan dengan udara yang saya hirup.
Sejak
pertama membuka mata di hari spesial kemarin, saya langsung kepikiran tentang
banyak hal. Bisa dikatakan mulai dari A sampai Z. Tentang apa saja itu, mungkin
akan saya share seiring dengan berjalannya rencana.
Saya
juga kepikiran tentang banyak mimpi-mimpi baru. Saat itu juga dengan mata yang
masih enggan untuk sepenuhnya terbuka, saya mencoba untuk menuliskannya satu
per satu, sambil mengingat apa yang pernah dikatakan mas Bio. Kurang lebih
seperti ini, jika kita menuliskan mimpi kita secara nyata (bukan
hanya dalam angan-angan) maka minimal mimpi kita akan terwujud.
Kado
tahun ini, memang nggak ada (mungkin belum) yang berwujud barang. Tapi jujur
saja kado tahun ini lebih membahagiakan, karena harapan-harapan saya tercapai. Pertama
adalah masuk ke dalam jurusan yang minati sejak lama, salah satu jurusan yang
sudah sangat lama menjadi tujuan saya.
Kado
yang kedua adalah dipertemukannya saya dengan kakak. Ehmm rasanya seneng
tingkat dewa. Apalagi saat saya bisa bersama dengannya dalam satu rumah
(numpang) selama lima hari. Dari situ saya bisa sedikit bernostalgia, meskipun
dengan cara-cara yang terselubung. Ini dia banget lho pemirsa, karena kebetulan
dia tak kalah pendiamnya dengan saya. Tapi sediam apapun dia tetap ngangenin
kok.
Pokoknya
thanks banget untuk Tuhan yang masih mengizinkan saya menghirup udara alami
sampai umur sekian. Yang sudah mempercayakan saya untuk menjadi orang terpilih
dengan diterima di jurusan yang menjadi tujuan saya.
Kemudian
untuk orangtua yang senantiasa mendukung hal-hal positif yang saya lakukan. Mengajarkan
apa itu hidup yang sebenarnya melalui cara unik mereka.
Makasih
juga untuk kakak, you are my everything. Haha berlebihan mungkin, tapi bisa bersama
dengannya, se-sebentar apapun itu adalah anugrah yang patut disyukuri mengingat
kami yang sama-sama sibuk. Dhean, sebagai saudara satu-satunya di rumah juga
makasih untuk kejutan paginya. Lumayan membuat saya terharu.
Untuk
semua teman, sahabat, dan kerabat maksih juga untuk semuanya. Tanpa kalian
mungkin tidak akan ada saya yang sekuat ini.
Mungkin
itu cukup untuk menggambarkan sedikit rasa bersyukur atas bertambahnya usia
saya. Sesuatu yang spesial, menurut pengamatan saya.
No comments:
Post a Comment