Itu aku
Yang melangkah
tiap saat di dalam bingkai
Terkurung
dalam beningnya kaca
Tanpa tahu
kapan berhenti
Yang bekerja
paling keras tapi sedikit disebut
Yang berputar dengan
dua teman yang punya tugasnya sendiri
Semuanya
untukmu meski lebih sering diabaikan
Itu aku
Yang sesekali
kamu lihat walau kadang tak berarti
Yang kamu
ucapkan meski kamu tak juga sadar betapa pentingnya aku
Yang sering
kamu pandangi dalam diam dan aku terus berjalan
Itu aku
Yang sering
kamu abaikan
Yang bisa
membuatmu menyesal jika kamu tak segera sadar
Bisa membuatmu
bahagia hanya jika kamu memperhatikan aku
Itu aku
Yang menghias
gagahnya dinding rumahmu
Kekar dan
lembut pergelangan tanganmu
Seiring dengan
detak jantungmu
Ketika kamu
tahu siapa aku
Maukah kamu
berubah
Kalau tidak
lebih baik tidak ada aku dalam hidupmu
Tenagaku
terlalu mahal untuk sekedar kamu abaikan
Maukah kamu
mendengarkan aku
Dalam setiap
malam yang sepi
Agar kamu tahu
seberapa menderitanya aku
Yang memekik
mengingatkan tapi kadang kamu anggap tak penting
Dengarkan aku
juga mereka
Nikmati semua yang
kami coba untuk mengingatkanmu
Si pendek yang
sering kamu perhatikan
Si panjang
yang lebih dekat dengan mereka yang terabaikan
Dan aku yang
bersama mereka dan bekerja lebih keras
Tak ada yang
abadi
Termasuk aku
dan mereka
Ketika aku
berhenti
Mereka juga
tak akan kuasa beranjak
Ini aku
ingatkan
Jika waktumu
habis nanti
Aku dan mereka
tak akan bisa mengingatkanmu lagi
Bahkan suaraku
tak mungkin bisa kamu dengar lagi
Dengar aku
Dengar setiap
teriakan yang melelahkan ini
Memang tak ada
yang bisa meramal kebahagiaan
Tapi aku hanya
ingin kamu perhatikan
Agar kamu bisa
menciptakan bahagiamu
No comments:
Post a Comment