Pages

Monday, April 23, 2012

Simpang Tangga


Aku masih saja mencari sosokmu. Selalu mencari jalan agar bisa menemukanmu diantara temanmu. Mencari kesempatan untuk bisa menatap mata tajammu itu diantara banyaknya pengagum ragamu.
Aku selalu mencari alasan agar bisa melewati tangga, meski kadang tanpa tujuan. Menapaki setiap anaknya seraya berharap semoga aku beruntung menemukanmu. Tak terhalang oleh tirai yang kadang terlalu sombong karena berdekatan denganmu sehingga menyembunyikan parasmu dariku. Setiap langkahku adalah untukmu.
Persimpangan tangga itu, adalah tempat favoritku. Aku akan berlaku seolah-olah aku sedang membiarkan temanku mendahului langkah agar aku bisa terhimpit ke pembatas. Saat itulah mataku akan mencarimu. Meskipun aku tak bisa melihat bagaimana ekspresimu tapi setidaknya aku bisa menggambarkannya dalam pikiranku.
Ketika aku menapaki anak tangga selanjutnya, bukan berarti mataku lepas dari sosokmu. Aku masih memandangmu. Tak peduli banyak temanmu yang memperhatikanku dari celah fentilasi jendela di sampingmu. Yang ingin kupedulikan hanya kamu.
Jika saja tak ada selembar kain itu, semuanya akan lebih mudah bagiku. Aku tak ingin mengeluhkan apapun, bagaimanapun itu aku bisa mencintaimu dengan caraku. Memperhatikanmu dari tempat yang tak pernah kamu duka. Mengikutimu dengan hanya menggunakan caraku.
Simpang tangga itulah yang pernah menemukan kita. Pertama kalinya aku menemukan orang sepertimu. Sekaligus pertama kalinya aku menyadari aku menjadi stalker yang hebat sejak hari itu.
Simpang tangga itu juga bukti kamu pernah ada. Salah satu tempat yang bisa membuatku mengingatmu hingga sekarang.
Tahukah kamu, sekarang aku masih sering melakukan hal yang sama meskipun aku sadar sepenuhnya, kamu tidak disini lagi. Aku masih berharap suatu saat tirai itu tersingkap dan ada kamu di balik kaca itu. Seperti yang selalu kamu lakukan saat matahari bersahabat.
Aku merindukanmu, sangat.

With smile J
Janahs

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...