Aku masih saja
mencari sosokmu. Selalu mencari jalan agar bisa menemukanmu diantara temanmu.
Mencari kesempatan untuk bisa menatap mata tajammu itu diantara banyaknya
pengagum ragamu.
Aku selalu
mencari alasan agar bisa melewati tangga, meski kadang tanpa tujuan. Menapaki
setiap anaknya seraya berharap semoga aku beruntung menemukanmu. Tak terhalang
oleh tirai yang kadang terlalu sombong karena berdekatan denganmu sehingga
menyembunyikan parasmu dariku. Setiap langkahku adalah untukmu.
Persimpangan
tangga itu, adalah tempat favoritku. Aku akan berlaku seolah-olah aku sedang
membiarkan temanku mendahului langkah agar aku bisa terhimpit ke pembatas. Saat
itulah mataku akan mencarimu. Meskipun aku tak bisa melihat bagaimana
ekspresimu tapi setidaknya aku bisa menggambarkannya dalam pikiranku.
Ketika aku menapaki
anak tangga selanjutnya, bukan berarti mataku lepas dari sosokmu. Aku masih
memandangmu. Tak peduli banyak temanmu yang memperhatikanku dari celah
fentilasi jendela di sampingmu. Yang ingin kupedulikan hanya kamu.
Jika saja tak
ada selembar kain itu, semuanya akan lebih mudah bagiku. Aku tak ingin
mengeluhkan apapun, bagaimanapun itu aku bisa mencintaimu dengan caraku.
Memperhatikanmu dari tempat yang tak pernah kamu duka. Mengikutimu dengan hanya
menggunakan caraku.
Simpang tangga
itulah yang pernah menemukan kita. Pertama kalinya aku menemukan orang
sepertimu. Sekaligus pertama kalinya aku menyadari aku menjadi stalker yang
hebat sejak hari itu.
Simpang tangga
itu juga bukti kamu pernah ada. Salah satu tempat yang bisa membuatku
mengingatmu hingga sekarang.
Tahukah kamu, sekarang
aku masih sering melakukan hal yang sama meskipun aku sadar sepenuhnya, kamu
tidak disini lagi. Aku masih berharap suatu saat tirai itu tersingkap dan ada
kamu di balik kaca itu. Seperti yang selalu kamu lakukan saat matahari
bersahabat.
Aku
merindukanmu, sangat.
With smile J
Janahs
No comments:
Post a Comment